SUMENEP, RadarMadura.id – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus memberikan manfaat nyata bagi peserta yang membutuhkan layanan kesehatan berkelanjutan. Manfaat tersebut dirasakan Ahmad Fauzi, aparatur sipil negara (ASN) asal Kabupaten Sumenep yang menjalani terapi cuci darah rutin akibat penyakit ginjal.
Fauzi harus menjalani cuci darah dua kali dalam sepekan di RSUD dr. H. Mohammad Anwar Sumenep. Sebelum memanfaatkan Program JKN, ia sempat menjalani perawatan di salah satu fasilitas kesehatan di Surabaya dengan biaya pribadi.
Kondisi kesehatannya saat itu sempat menurun akibat kelebihan kalium hingga mengalami sesak napas. Jarak yang jauh dan beban biaya menjadi pertimbangan Fauzi untuk melanjutkan perawatan di Sumenep.
“Awalnya saya cuci darah di Surabaya dalam beberapa bulan dan pada saat itu kondisi kesehatan saya menurun karena kelebihan kalium setelah di periksa. Akhirnya saya memutuskan pindah ke Sumenep yang lebih dekat dengan rumah saya untuk menjalani cuci darah dengan memanfaatkan Program JKN,” ujar Fauzi saat ditemui di kediamannya pada Senin (2/2).
Selama kurang lebih empat bulan terakhir, Fauzi rutin menjalani cuci darah dengan memanfaatkan Program JKN. Ia menyebut biaya cuci darah sangat mahal jika harus ditanggung secara mandiri.
Baca Juga: Ramai Peserta PBI Dinonaktifkan, Ini Tanggapan BPJS Kesehatan
Menurut Fauzi, biaya cuci darah berkisar antara Rp1 juta hingga Rp2 juta setiap kali tindakan. Kehadiran Program JKN dinilainya menjadi penolong besar bagi peserta dengan penyakit kronis seperti dirinya.
“Biaya cuci darah itu sangat mahal. Dengan JKN, saya hanya mengeluarkan biaya parkir setiap kali berobat. Semua tindakan dan pengobatan tidak dipungut biaya sedikit pun,” jelasnya.
Fauzi juga menyampaikan apresiasi kepada peserta JKN yang disiplin membayar iuran setiap bulan. Ia menilai keberlangsungan Program JKN tidak terlepas dari semangat gotong royong seluruh peserta.
“Terima kasih kepada peserta yang rutin membayar iuran, yang rela gajinya dipotong untuk iuran JKN. Ini adalah bentuk gotong royong, karena ketika kita sakit, manfaatnya benar-benar terasa,” tuturnya.
Ia berharap masyarakat yang masih memiliki tunggakan iuran dapat segera melunasi kewajibannya. Fauzi juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli menjaga kesehatan melalui pola hidup sehat.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Dorong Pola Hidup Sehat untuk Tekan Penyakit Katastropik
“Untuk masyarakat yang masih ada tunggakan iuran, segera lunasi tunggakannya agar saat kita membutuhkan layanan kesehatan tidak ada kendala administrasi. Fauzi juga berharap masyarakat bisa lebih menjaga kesehatannya dengan istirahat cukup, makan makanan bergizi, dan rajin berolahraga. Jangan menunggu sakit dulu, karena kesehatan itu sangat berharga,” pungkasnya. (*/dry)
Editor : Hendriyanto