
RadarMadura.id – Demam pada anak merupakan salah satu kondisi yang sering membuat orang tua khawatir. Demam sendiri sebenarnya adalah reaksi alami tubuh untuk melawan infeksi, namun jika terlalu tinggi atau berlangsung lama, bisa menimbulkan komplikasi.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui cara menurunkan demam pada anak secara tepat dan aman.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), demam pada anak ditandai dengan kenaikan suhu tubuh mencapai 38°C atau lebih. Selain itu, anak yang demam juga bisa tampak lemas, rewel, gelisah, susah tidur, atau kurang nafsu makan.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk menurunkan demam pada anak, di antaranya adalah:
1. Memberikan kompres
Kompres adalah cara paling sederhana dan efektif untuk menurunkan demam pada anak. Caranya, basahi kain atau handuk kecil dengan air biasa atau sedikit hangat, lalu letakkan di dahi, dada, perut, ketiak, atau selangkangan anak selama 20-30 menit.
Ganti kompres jika sudah kering atau hangat.
Jangan gunakan air dingin atau es, karena bisa membuat anak menggigil dan suhu tubuhnya malah naik.
2. Memberikan cairan yang cukup
Demam bisa membuat anak kehilangan cairan tubuh melalui keringat, sehingga berisiko dehidrasi. Untuk mencegahnya, berikan anak minum yang banyak, seperti air putih, jus buah, susu, atau sup
Jika anak masih menyusu, tetap berikan ASI sesering mungkin.
Hindari minuman yang mengandung kafein, seperti teh atau kopi, karena bisa meningkatkan dehidrasi.
3. Memberikan obat pereda demam
Jika demam anak tidak turun dengan kompres dan cairan, atau anak tampak sangat tidak nyaman, orang tua bisa memberikan obat pereda demam yang sesuai dengan usia dan berat badan anak. Obat yang biasa digunakan adalah parasetamol atau ibuprofen.
Jangan berikan aspirin pada anak, karena bisa menyebabkan sindrom Reye, yaitu gangguan serius yang bisa merusak otak dan hati.
Selain melakukan cara-cara di atas, orang tua juga perlu memantau suhu tubuh anak secara berkala dengan termometer.
Jika demam anak tidak kunjung turun setelah 3 hari, atau disertai gejala lain, seperti kejang, lemas, muntah, diare, ruam, atau kesulitan bernapas, segera bawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (hasan)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




