RadarMadura.id - Soto tangkar merupakan salah satu kuliner khas Betawi yang kaya akan cita rasa dan sejarah.
Makanan ini terbuat dari daging sapi yang dimasak dengan kuah santan dan rempah-rempah, menjadikannya hidangan yang nikmat dan gurih.
Kata "tangkar" sendiri berasal dari bahasa Betawi yang berarti iga sapi.
Dahulu, soto ini merupakan makanan rakyat jelata karena bahan utamanya adalah tangkar atau iga sapi yang dianggap kurang berharga.
Namun, kini soto tangkar menjadi salah satu kuliner yang banyak digemari oleh berbagai kalangan.
Berikut ini adalah resep soto tangkar yang dapat Anda coba di rumah.
Bahan-Bahan
Bahan Utama
- 500 gram iga sapi, potong-potong
- 200 gram daging sapi, potong dadu
- 2 liter air
- 400 ml santan kental dari 1 butir kelapa
Bumbu Halus
- 8 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 4 butir kemiri, sangrai
- 2 cm jahe
- 2 cm kunyit, bakar
- 2 cm lengkuas
- 1 sdt ketumbar, sangrai
- 1/2 sdt merica butir
Bumbu Pelengkap
- 2 batang serai, memarkan
- 4 lembar daun jeruk
- 2 lembar daun salam
- 1 batang daun bawang, potong-potong
- 2 buah tomat, potong-potong
- 2 buah cabai merah besar, iris serong
- 3 sdm minyak untuk menumis
- Garam dan gula secukupnya
Pelengkap
- Emping goreng
- Bawang goreng
- Jeruk nipis
- Sambal cabai rawit
Cara Membuat
1. Persiapan Iga dan Daging Sapi
Langkah pertama dalam membuat soto tangkar adalah merebus iga dan daging sapi.
Rebus dalam air mendidih selama kurang lebih 10 menit untuk menghilangkan kotoran dan bau amis.
Buang air rebusan pertama, lalu rebus kembali dengan 2 liter air hingga daging empuk.
Proses ini bisa memakan waktu sekitar 1-1,5 jam tergantung pada jenis daging yang digunakan.
Baca Juga: Pedas dan Nikmat: Resep Ikan Woku Asli Manado yang Bikin Lidah Bergoyang!
2. Menyiapkan Bumbu
Sambil menunggu daging empuk, siapkan bumbu halus dengan cara menghaluskan semua bahan bumbu halus menggunakan blender atau ulekan.
Panaskan minyak dalam wajan, lalu tumis bumbu halus bersama serai, daun jeruk, dan daun salam hingga harum dan matang.
3. Memasak Soto Tangkar
Masukkan bumbu tumis ke dalam panci berisi iga dan daging sapi yang sudah empuk.
Tambahkan potongan daun bawang, tomat, dan cabai merah besar.
Aduk rata dan masak hingga bumbu meresap ke dalam daging.
Selanjutnya, tuangkan santan kental sedikit demi sedikit sambil terus diaduk agar santan tidak pecah.
Masak dengan api kecil hingga kuah mendidih dan mengental.
4. Menyajikan Soto Tangkar
Soto tangkar siap disajikan. Sajikan dalam mangkuk, lalu taburi dengan emping goreng dan bawang goreng.
Tambahkan perasan jeruk nipis dan sambal cabai rawit sesuai selera.
Soto tangkar nikmat disantap selagi panas dengan nasi putih hangat.
Tips dan Trik
- Agar daging sapi lebih cepat empuk, Anda bisa menggunakan panci presto untuk merebusnya.
- Pastikan untuk mengaduk santan secara terus-menerus saat dimasak agar tidak pecah.
- Jika ingin rasa yang lebih pedas, tambahkan cabai rawit sesuai selera saat menumis bumbu halus.
Sejarah dan Keunikan Soto Tangkar
Soto tangkar memiliki sejarah yang cukup unik.
Pada zaman dahulu, saat penjajahan Belanda, masyarakat Betawi kesulitan untuk mendapatkan daging sapi utuh.
Oleh karena itu, mereka memanfaatkan bagian-bagian yang kurang diminati seperti iga sapi untuk dijadikan makanan sehari-hari.
Dengan kreativitas mereka, iga sapi yang diolah dengan bumbu dan santan menghasilkan rasa yang lezat dan gurih.
Keunikan lain dari soto tangkar adalah penggunaan santan sebagai salah satu bahan utama kuahnya.
Berbeda dengan soto lainnya yang umumnya menggunakan kuah bening atau kaldu, soto tangkar memiliki kuah yang lebih kental dan kaya akan rasa.
Kombinasi antara santan dan rempah-rempah membuat soto tangkar memiliki rasa yang khas dan berbeda dari soto lainnya.
Soto tangkar adalah bukti bahwa dengan kreativitas dan bumbu yang tepat, bagian daging yang dianggap kurang berharga pun bisa diubah menjadi hidangan yang lezat dan menggugah selera.
Tidak hanya itu, soto tangkar juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner Indonesia yang patut kita lestarikan.
Selamat mencoba resep soto tangkar ini di rumah dan rasakan sensasi kelezatan hidangan khas Betawi yang satu ini!(yos)
Editor : Amin Basiri