Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Warga Pamekasan Kumpulkan Cuan dari Usaha Sewa Baju

Hera Marylia Damayanti • Senin, 18 Desember 2023 | 13:30 WIB
KREATIF: Agus Tantina menunjukkan hasil buatan baju yang disewakan pada pelanggan di rumahnya, Desa Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Sabtu (16/12). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
KREATIF: Agus Tantina menunjukkan hasil buatan baju yang disewakan pada pelanggan di rumahnya, Desa Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Sabtu (16/12). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Banyak cara yang dilakukan seseorang untuk menjemput rezeki. Salah satunya lewat hobi mendesain atau membuat baju. Seperti yang dilakukan Agus Tantina, pengusaha rental baju di Kota Gerbang Salam. Dalam sebulan, dia bisa meraup penghasilan belasan juta.

Saat dijumpai Jawa Pos Radar Madura (JPRM), perempuan yang akrab disapa Titin itu sedang merapikan baju yang baru saja disewa salah satu pelanggan. Baju tersebut buatannya sendiri. ”Sewa baju di sini bisa request mau nyewa baju apa saja. Jika ada yang request, langsung saya buatkan,” katanya.

Warga Desa Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, itu menyatakan, usaha tersebut dilakoninya sejak 2015. Sebelumnya, dia menekuni usaha MUA dan sewa baju penggantin. ”Karena banyak yang nyewa, saya merambah ke model baju lainnya sampai sekarang,” ujarnya.

Titin memaparkan, baju yang biasa disewa customer adalah baju pengantin, baju adat, baju karnaval, baju penerima tamu, dan jenis baju lainnya. ”Jika baju yang diinginkan tidak ada, maka saya buatkan setelah ada kesepakatan harga. Saya ikuti sesuai selera pemesan,” paparnya.

Istri Moh. Fauzi itu menerangkan, penyewa bajunya berasal dari tiga kabupaten di Madura. Yakni Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Harga sewa baju bervariasi dan ramah di kantong. ”Paling murah, jenis baju penerima tamu. Paling mahal, jenis baju karnaval karena dipenuhi aksesori,” terangnya.

Perempuan berhijab itu memaparkan, sewa baju akan ramai pada momen-momen tertentu. Seperti momen Hari Raya Idul Fitri, hari jadi kabupaten, dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI). ”Kalau ramai, omzetnya bisa Rp 10 juta sampai Rp 15 juta sebulan,” paparnya. (bai/yan)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#baju pengantin #pamekasan #pengusaha #baju adat #sewa baju