Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Madrasah Memanggil sebagai Solusi

H

Moh. Ali Muhsin, Ketua Umum PW PGMNI Jawa Timur
Moh. Ali Muhsin, Ketua Umum PW PGMNI Jawa Timur
 


Advertisement

Oleh MOH. ALI MUHSIN

 

PROGRAM Madrasah Memanggil angkatan pertama di-launching di Hotel Cahaya Berlian pada 7 November 2022. Kegiatan tersebut diikuti ratusan relawan dan secara resmi dilepas di Pendopo Ronggosukowati pada 30 November 2022. Mereka menjalankan tugas mulia mulai 10–31 Desember 2022 ke madrasah-madrasah di pelosok-pelosok desa.

Advertisement

Angkatan kedua ditandai dengan penandatanganan MoU program Madrasah Memanggil antara PGMNI Jatim bersama sejumlah organisasi dan perguruan tinggi pada Minggu, 3 September 2023. Ratusan relawan dilepas pada Kamis, 9 November 2023 oleh bupati Sampang di Pendopo Trunojoyo untuk melaksanakan misi mulia ke madrasah-madrasah.

Gerakan Madrasah Memanggil ini melibatkan semua pihak. Siapa saja boleh bergabung, yang penting memiliki kepedulian untuk pendidikan madrasah. Selanjutnya dalam program ini, mereka disebut sebagai relawan Madrasah Memanggil. Yaitu, sekelompok orang yang memiliki niat tulus mengabdikan dirinya untuk madrasah tanpa mengharap imbalan.

Untuk menjadi relawan tidak harus lulusan pesantren dan tidak pula harus lulusan madrasah. Sekali lagi, yang penting punya niat untuk memberi, berbagi, dan berkontribusi demi kemajuan madrasah, baik berupa ilmu, tenaga, ide, pikiran, bahkan biaya juga boleh.

Advertisement

Dalam gerakan program ini sudah banyak relawan dari berbagai elemen atau unsur yang tergabung dan terlibat. Mulai dari guru, dosen, pejabat negara, pengusaha, mahasiswa, wartawan, polisi, pengacara, dan profesi-profesi lainnya. Bahkan, beberapa kampus di Madura seperti Pascasarjana IAIN Madura, IAI Al-Khairat, UIM, IAI Nata, Unija, IBS Padepokan Kyai Mudrikah, dan organisasi lain seperti Kadin Pamekasan, PWI, Polri, dan LBH Pusara telah meneken MoU dalam program ini. Mereka mendelegasikan anggota atau personelnya untuk menjadi relawan.

Mereka datang ke madrasah-madrasah sesuai dengan kompetensi masing-masing. Misal, jika ada madrasah yang membutuhkan pelatihan entrepreneurship, maka panitia mendelegasikan relawan dari kalangan pengusaha. Jika madrasah butuh pembinaan manajerial bagi guru-guru, maka panitia mendelegasikan relawan dari unsur akademisi. Begitu seterusnya. Untuk mendatangkan relawan, pihak madrasah tidak perlu mengeluarkan honor. Dijamin gratis. Namanya saja relawan. Wilson mendefinisikan, volunteering (kerelawanan) adalah aktivitas memberikan waktu secara cuma-cuma untuk memberikan bantuan kepada orang lain, kelompok, atau suatu organisasi secara sukarela, tulus, dan ikhlas.

Sasaran relawan dalam program Madrasah Memanggil di antaranya guru, siswa, dan wali murid. Tugas atau bentuk pengabdian relawan beraneka ragam. Ada yang mengajar, menjadi motivator, menjadi pemateri dalam pelatihan-pelatihan, seminar, dan pembinaan kepada siswa, guru bahkan wali murid. Mereka bertugas sesuai dengan permintaan madrasah saat mendaftar kepada panitia.

”Program Madrasah Memanggil ibarat minimarket yang menyediakan berbagai produk, sehingga pengelola madrasah tinggal memilih produk (relawan) yang diinginkan secara gratis. Sekarang bergantung lembaganya, mau memanfaatkan program ini apa tidak,” kata Salim Segav selaku Sekum PGMNI Jatim pada acara pelepasan relawan.

Kehadiran relawan yang memiliki kompetensi berbeda-beda ini pasti berdampak positif dalam mencapai pendidikan madrasah yang maju, unggul, dan berprestasi. Setidaknya menjadi salah satu solusi dalam menyelesaikan berbagai kendala-kendala atau tantangan madrasah yang telah disebut di atas.

Misal, jika salah satu kendala yang dialami madrasah yaitu soal minimnya biaya, maka madrasah bisa mendatangkan relawan untuk menggelar pelatihan-pelatihan atau seminar kewirausahaan. Sudah banyak madrasah yang menggelar seminar entrepreneurship bagi guru seperti pembuatan songkok dan praktik membuat kue bagi siswa.

Harapan dari program ini, pengelola memiliki wawasan kewirausahaan, sehingga bisa merintis badan usaha ekonomi milik madrasah yang bisa mendatangkan income (madrasah entrepreneur). Jika madrasah sudah memiliki sumber pendapatan yang jelas dari badan usaha, maka tidak akan kesulitan dalam sektor pembiayaan pengembangan madrasah. Ini gerakan solutif, bukan?

Contoh lain, masalah kekurangan tenaga pengajar di madrasah, juga bisa terbantu dengan kehadiran para relawan. Mereka bisa mengajar siswa, baik dari tingkat RA, MI, MD, MTs, dan MA dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Manfaat kehadiran relawan Madrasah Memanggil sangat dirasakan karena bisa menutupi kekosongan proses kegiatan belajar mengajar di madrasah. Kehadiran mereka juga mampu membangkitkan semangat baru bagi siswa untuk semakin giat belajar.

Wina Sanjaya mengatakan, motivasi belajar merupakan salah satu aspek dinamis yang sangat penting. Sering terjadi siswa yang kurang berprestasi bukan disebabkan oleh kemampuannya yang kurang, akan tetapi karena tidak adanya motivasi untuk belajar sehingga ia tidak berusaha untuk mengerahkan segala kemampuannya.

Program ini ibarat jamu yang sangat manjur dan terasa khasiatnya. Itu bisa dilihat dari ratusan pengelola madrasah sasaran yang sangat antusias untuk mendaftar menjadi tuan rumah dari kegiatan ini. Nah, bagi yang bertanya-tanya kapan program Madrasah Memanggil tahap berikutnya akan digelar, bersabarlah. Insyaallah angkatan ketiga segera di-launching. Ayo, bergabung menjadi relawan, menjadi pelaku sejarah dalam aksi inovasi ini. Kalau bukan kita, siapa lagi? Bravo madrasah. (*)

*)Ketua Umum PW PGMNI Jawa Timur

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Relawan MBG Wajib Didaftarkan BPJS Kesehatan

Relawan MBG Wajib Didaftarkan BPJS Kesehatan

Sekretaris Satgas MBG Sudarmanto menyampaikan, pendaftaran kepesertaan BPJS Kesehatan kewenangan mitra MBG sebagai pemberi kerja.

Satgas Wajibkan Relawan MBG Didaftarkan Jaminan Sosial

Satgas Wajibkan Relawan MBG Didaftarkan Jaminan Sosial

Kepala Satgas MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika mengatakan, data yang dihimpun koran ini, SPPG yang beroperasi di Kabupaten Bangkalan sebanyak 132 dapur. Namun tidak semua relawan sudah didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan.

Dibebankan Kepada Guru, Belanja Kuota Internet Papan Interaktif Digital

Dibebankan Kepada Guru, Belanja Kuota Internet Papan Interaktif Digital

Salah satu guru SDN Rongtengah 5 Wira mengatakan, PID merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang disalurkan secara bertahap

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer