Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

TERDAPAT empat kecamatan yang mendominasi luas tanam tembakau. Yakni, Kecamatan Tlanakan, Pademawu, Proppo, dan Waru. Dari empat kecamatan tersebut, lahan terluas di Kecamatan Waru.
Perinciannya, di Kecamatan Tlanakan terdapat 1.775 hektare lahan. Kemudian, Kecamatan Pademawu dengan lahan seluas 1.517 hektare. Kecamatan Proppo seluas 1.669 hektare. Kecamatan Waru dengan luas lahan 2.247 hektare.
Lahan tembakau yang terdapat di empat kecamatan tersebut rata-rata terdiri atas dua bagian. Yaitu, lahan sawah dan tegal. Kecuali, Kecamatan Waru yang memiliki lahan pegunungan. Kecamatan Tlanakan memiliki lahan sawah seluas 857 hektare dan lahan tegal 918 hektare.
Selanjutnya, Kecamatan Pademawu memiliki lahan sawah seluas 726 hektare dan lahan tegal 791 hektare. Kecamatan Proppo 1.262 hektare lahan sawah dan 407 hektare lahan tegal.
Terakhir, Kecamatan Waru memiliki lahan sawah seluas 419 hektare. Kemudian, lahan tegal 1.057 hektare dan lahan pegunungan 771 hektare. Rata-rata petani sudah panen. ”Hampir semua lahan di 13 kecamatan sudah panen,” ungkap Kabid Produksi Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Achmad Suaidi kemarin (27/9).
Menurut Suaidi, pekan ini sudah memasuki masa puncak panen raya tembakau. Jadi, semua kecamatan dipastikan sudah panen. ”Panen masih berlangsung sampai sekarang karena ada yang baru tanam Juli,” jelasnya.
Suaidi menerangkan, masa puncak panen raya ini diperkiraakan berlanjut hingga minggu pertama Oktober. Sampai sekarang, masih terpantau banyak tembakau yang belum matang maksimal.
Namun, kata dia, Oktober mulai berkurang. Karena itu, puncak akhir panen tembakau akan habis pada pekan kedua Oktober. ”Hingga sekarang, harga tembakau masih stabil. Harga di ladang rata-rata Rp 2.500 per pohon,” tuturnya. (bus/luq)
Advertisement
Advertisement
Radar MaduraIkuti
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement




