BANGKALAN, RadarMadura.id – Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bangkalan pada Sabtu (27/12) malam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan mencatat, ada sejumlah rumah di Kecamatan Kamal tergenang air dan pohon tumbang.
Kepala BPBD Bangkalan Zainul Qomar menyampaikan, di Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, intensitas hujan cukup tinggi yang membuat sejumlah rumah warga tergenang air.
Pohon tumbang terjadi di dua lokasi, yakni di Kelurahan Bancaran dan Perumahan Graha Mentari.
”Di Kecamatan Kamal terdampak banjir akibat curah hujan yang sangat tinggi,” jelasnya.
Menurutnya, ketinggian air di Kecamatan Kamal setengah lutut orang dewasa. Itu disebabkan selokan tersumbat sampah, sehingga air meluap ke jalan raya.
Qomar menyebut, sekitar empat rumah warga Desa Banyuajuh tergenang air.
”Rencananya ada normalisasi selokan agar tidak terjadi banjir susulan,” tuturnya kepada JPRM.
Qomar mengaku, pihaknya stand by di lokasi kejadian hingga pukul 01.00 dini hari, khawatir ada banjir susulan. Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
”Kami pantau sampai dini hari. Sebab, intensitas hujan cukup tinggi,” ucapnya.
Dia menjelaskan, cuaca ekstrem diprediksi akan berlangsung hingga tahun baru 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur menyebutkan puncak cuaca ekstrem, seperti hujan desar disertai angin kencang diprediksi terjadi pada Januari mendatang.
Baca Juga: Libur Akhir Tahun di Jogja Makin Meriah, Ini Daftar Event yang Tak Boleh Dilewatkan
”Kami imbau masyarakat tetap waspada karena diprediksi cuaca ekstrem ini akan berlangsung hingga bulan depan,” pesannya.
Camat Kamal Ainul Yaqin menyampaikan, Pasar Kamal juga terdampak luapan air tersebut. Bahkan, ketinggian air setinggi lutut orang dewasa.
”Di depan puskesmas, air juga cukup tinggi disebabkan gorong-gorong yang sempit,” katanya. (za/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti