Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pekerja Didominasi Tamatan SD, Pengangguran Terbuka Masih Tinggi

Hera Marylia Damayanti • Kamis, 26 Juni 2025 | 18:20 WIB
GRAFIS SIGIT AP/JPRM
GRAFIS SIGIT AP/JPRM

BANGKALAN, RadarMadura.id –  Jumlah angkatan kerja di Kota Kabupaten Bangkalan pada Agustus 2024 mencapai 607.130 orang. Namun, yang tercatat bekerja di Badan Pusat Statistik (BPS) 574.661 orang. Sedang 32.469 lainnya menganggur.

Warga yang tercatat sebagai pekerja didominasi tamatan sekolah dasar (SD). Angkanya mencapai 64,15 persen atau 368.619 orang.

Sementara tenaga kerja (naker) berpendidikan tinggi hanya 32.847 orang atau 5,72 persen (lihat grafis).

Kepala BPS Bangkalan Insaf Santoso memaparkan, angka penduduk bekerja berpendidikan SD ke bawah, SMA, SMK, dan universitas menunjukkan penurunan.

Sedangkan yang berpendidikan sekolah menengah pertama (SMP) dan Diploma I/II/III trennya terus meningkat.

”Penduduk berpendidikan SMA yang bekerja mengalami penurunan proporsi terbesar, yaitu 1,44 persen. Sementara itu, penduduk berpendidikan SMP yang bekerja mengalami kenaikan proporsi terbesar, yaitu 2,90 persen,” ujarnya

Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Bangkalan per Agustus 2024 terbilang cukup tinggi.

Angkanya mencapai 5,35 persen dari jumlah angkatan kerja. Artinya, jumlah pengangguran di Bangkalan sebesar 32.469 orang.

”Tapi secara umum, penduduk yang bekerja bertambah sebanyak 3.500 orang dibandingkan Agustus 2023 atau meningkat sebesar 0,61 persen,” tegasnya

Bupati Bangkalan Lukman Hakim berkomitmen untuk terus meningkatkan lapangan pekerjaan di Kota Salak.

Cita-cita itu tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Langkah tersebut akan dimulai dengan beragam program. Salah satunya berkenaan pemerataan infrastruktur dan penyelenggaraan birokrasi yang prima sehingga Bangkalan ke depan mampu menjadi daerah yang ramah investasi.

”Dengan begitu, lapangan pekerjaan baru akan tercipta, TPT bisa berkurang. Target kami, di 2025 TPT bisa ditekan menjadi 5,00 hingga 5,34 dan di 2030 berada di kisaran 2,50–2,99 persen,” pungkasnya. (lil/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#pekerja #tinggi #sd #pengangguran #TPT #sekolah dasar #bps #Tamatan