Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Sapa Legislatif Bersama Ketua Komisi D DPRD Jatim Abdul Halim; Trans Jatim Berdampak Positif terhadap Perekonomian Bangkalan

Hera Marylia Damayanti • Rabu, 25 Juni 2025 | 15:15 WIB
BERWAWASAN LUAS: Ketua Komisi D DPRD Jatim Abdul Halim berdialog dengan Redaktur JPRM Jupri dalam program Sapa Legislatif di studio Radar Madura TV, Sabtu (31/5). (ABDUL BASRI/JPRM)
BERWAWASAN LUAS: Ketua Komisi D DPRD Jatim Abdul Halim berdialog dengan Redaktur JPRM Jupri dalam program Sapa Legislatif di studio Radar Madura TV, Sabtu (31/5). (ABDUL BASRI/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Pemprov Jawa Timur (Jatim) meluncurkan terobosan di bidang transportasi pada Agustus 2022 silam, yakni Trans Jatim. Setelah hampir tiga tahun kebijakan tersebut diterapkan, transportasi publik tersebut makin digandrungi oleh warga Jatim.

Kini, sudah ada enam layanan koridor bus Trans Jatim (lihat grafis). Di Bangkalan, layanan moda transportasi itu mulai dioperasikan Senin (30/9/2024). Salah satu sosok yang ada di balik pengoperasian transportasi terintegrasi tersebut adalah Abdul Halim.

Dia merupakan politikus asal Madura yang getol mendorong Pemprov Jatim mengoperasikan Trans Jatim Koridor V trayek Surabaya–Bangkalan. Usahanya tersebut tidak sia-sia. Sebab, Trans Jatim kini menjadi moda transportasi pilihan masyarakat.

Halim menyatakan, pemerintah memiliki kewajiban menyediakan transportasi yang aman dan nyaman. Sehingga pemprov menghadirkan layanan bus Trans Jatim. Hadirnya transportasi itu juga mengurangi emisi, kemacetan, dan kecelakaan.

Pengoperasian Trans Jatim diawali dengan perencanaan yang matang. Sebab, Pemprov Jatim menyusun feasibility study (FS) sebelum menerapkan kebijakan itu. Sehingga, pada periode 2019–2024, Halim yang saat itu menjabat Ketua Komisi C DPRD Jatim mendorong pemprov mengoperasikan Trans Jatim dengan rute Surabaya–Bangkalan atau sebaliknya.

Sebelum bus Trans Jatim mengaspal di Kota Salak, tidak ada transportasi publik dari Surabaya ke Bangkalan atau sebaliknya. Padahal, Bangkalan memiliki banyak destinasi wisata. Mulai dari destinasi wisata alam, religi, hingga kuliner.

”Alhamdulillah, saat kita rapat dengan Dishub (Dinas Perhubungan) Jatim pada 2023, akhirnya disepakati Trans Jatim Koridor V akan dioperasikan,” imbuhnya.

Politikus Gerindra itu menilai antusiasme masyarakat untuk memanfaatkan bus Trans Jatim terus meningkat. Semua itu tidak lepas karena tarifnya murah. Yakni, Rp 5 ribu untuk masyarakat umum, dan Rp 2.500 untuk pelajar, mahasiswa, dan santri.

Pria yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD Jatim itu menilai, hadirnya bus Trans Jatim tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat Bangkalan ke Surabaya atau sebaliknya. Namun, juga mampu mendongkrak perekonomian Kabupaten Bangkalan.

”Salah satunya di Terminal Bangkalan, dengan banyaknya warga yang naik dan turun dari bus Trans Jatim, banyak pedagang yang merasakan manfaatnya,” sambung Halim.

Saat ini, biaya operasional bus Trans Jatim di-support oleh APBD Jatim. Jika penerapan layanan itu terus maksimal, tidak menutup kemungkinan ke depan akan dikelola oleh swasta. Sehingga, Pemprov Jatim tidak perlu mengalokasikan anggaran untuk biaya operasional bus Trans Jatim.

Halim menambahkan, pemprov dan DPRD Jatim kini menggagas pengoperasian Trans Jatim laut. Sarana transportasi itu akan mempermudah mobilitas masyarakat dan barang di kepulauan yang berada di wilayah Madura.

Pelayaran kapal Trans Jatim dari Pelabuhan Tanjung Tembaga, Probolinggo, akan menjangkau beberapa kepulauan di Madura. Di antaranya, Pulau Mandangin, Sampang; Pelabuhan Branta, Pamekasan; dan beberapa kepulauan di Kabupaten Sumenep.

Seperti Pulau Raas, Sapudi, Gili Labak, dan Gili Iyang. Istimewanya, kapal yang digunakan sebagai moda transportasi laut oleh pemprov berjenis speadboat. Sehingga, jarak tempuh warga kepulauan yang ingin bepergian jauh lebih cepat.

”Insyaallah (Trans Jatim) laut akan di-launching Agustus mendatang,” sambungnya.

Halim memaparkan, banyak dampak positif yang dapat dirasakan masyarakat kepulauan dengan akan dihadirkannya Trans Jatim laut. Pasokan kebutuhan warga kepulauan menjadi lebih stabil. Sehingga, harga kebutuhan di kepulauan tidak mahal. ”Masyarakat kepulauan yang mau berobat ke Probolinggo atau Sumenep daratan juga bisa memanfaatkan Trans Jatim laut ini,” tandasnya. (jup/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#dampak positif #mobilitas #dishub #Trans Jatim laut #sarana transportasi #Komisi D DPRD Jatim #Trans Jatim