BANGKALAN, RadarMadura.id – Tujuh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mendaftar lelang jabatan sekretaris kabupaten (Sekkab).
Yakni, Moh. Hasan Faisol, Bambang Budi Mustika, Ahmad Hafid, Ismet Efendi, Rudiyanto, Akhmad Ahadiyan Hamid, dan Iskandar Ahadiyat.
Berkas administrasi tujuh pejabat dinyatakan lengkap. Mereka berhak melaju ke tahap seleksi berikutnya.
Yakni, mengikuti proses asesmen, menulis makalah, dan tes wawancara yang akan dilakukan tim seleksi (timsel).
Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bangkalan Ari Murfianto mengaku sudah memverifikasi tujuh berkas calon yang mendaftar sebagai Sekkab.
Hasilnya akan diumumkan di website resmi Pemkab Bangkalan.
”Secara administrasi (tujuh pendaftaran) memenuhi syarat semua,” ujarnya kemarin (20/9).
Tujuh pejabat yang berebut kursi Sekkab akan melaksanakan asesmen, Selasa (24/8).
Pelaksanaannya akan digelar di Kota Surabaya. Timsel sudah berkoordinasi dengan Assessment Center Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur (Jatim)
Nilai yang diperoleh tujuh calon Sekkab dari berbagai tahapan akan diakumulasikan.
Tiga peraih poin tertinggi akan diajukan kepada penjabat (Pj) bupati untuk direkomendasikan pada pemerintah pusat agar dipilih menjadi Sekkab.
”Jadi timsel hanya mengantarkan hingga ke tahap tiga peroleh nilai tertinggi,” sambungnya.
Anggota DPRD Bangkalan Fadhur Rosi menyatakan, tujuh orang yang mendaftar sebagai Sekkab merupakan figur birokrat terbaik di Kota Salak.
Mereka mengisi beberapa posisi strategis di lingkungan Pemkab Bangkalan.
”Tetapi kami berharap yang terpilih sebagai Sekkab tidak hanya pintar dan cerdas. Sebab, pimpinan yang dibutuhkan untuk Bangkalan ke depan adalah orang yang bijak. Yaitu, bijak dalam pengambilan keputusan maupun menyelesaikan persoalan,” imbuhnya.
Kehadiran Pj bupati telah membawa perubahan besar dalam tata kelola birokrasi di Bangkalan.
Oleh karena itu, pihaknya optimistis Pj bupati akan memilih figur Sekkab yang terbaik untuk Bangkalan.
”Sekkab ke depannya harus progresif dalam bekerja,” katanya.
Sementara Pj Bupati Bangkalan Arief M. Edie menyatakan mekanisme pemilihan Sekkab sudah ditentukan pemerintah pusat.
Mulai dari seleksi administrasi, asesmen, pembuatan makalah, dan wawancara.
Namun, ada beberapa hal lain yang harus dimiliki seorang Sekkab.
Yakni, bisa menjadi pimpinan yang baik bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bangkalan. Sehingga, tugas yang akan diemban cukup berat.
”Sekkab tidak hanya harus pintar, tapi wajib bisa mengayomi, paham anggaran, dan menjadi komunikator OPD ke kepala daerah dan DPRD,” katanya.
Arief mengungkapkan tiga nama peroleh nilai tertinggi akan diajukan oleh timsel pada pemerintah provinsi dan pusat untuk dipilih menjadi Sekkab.
Dengan begitu, pemerintah pusat nantinya yang akan menentukan kandidat Sekkab Bangkalan.
Yaitu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN).
”Banyak aspek yang dinilai pemerintah untuk memilih Sekkab. Selain kompetensi dan nilai akademik, ada rekam jejak yang juga dipelajari,” katanya. (jup)
Editor : Fatmasari Margaretta