SUMENEP, RadarMadura.id – Program rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Sumenep mulai direalisasikan. Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep mencatat, pembangunan telah berjalan pada 10 unit rumah, sementara total bantuan sebanyak 84 unit.
Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman Disperkimhub Sumenep Noviana Citrayani mengatakan, proses pembangunan saat ini terus berjalan. Selain pengerjaan fisik, pihaknya juga mempercepat distribusi material ke lokasi penerima bantuan.
"Untuk progres sudah mulai jalan proses pembangunan. Sampai saat ini sudah 10 unit rumah yang terbangun," katanya.
Menurutnya, percepatan dilakukan karena ketersediaan material bangunan di sejumlah toko mulai terbatas. Dari tujuh toko yang menjadi leveransir bahan, empat berada di wilayah daratan dan tiga lainnya di kepulauan.
"Ini mulai dikebut untuk proses dropping bahan. Takut pas hujan, bahan bangunan leveransiran mulai langka," ucapnya.
Noviana menargetkan pelaksanaan program tersebut dapat mencapai progres sekitar 80 persen dalam waktu dekat. Secara keseluruhan, pembangunan ditargetkan rampung pada pertengahan Desember 2026. "Target selesai sampai pertengahan Desember," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Sumenep M. Muhri menegaskan, pelaksanaan program RTLH perlu dikawal agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan dan pengerjaannya sesuai ketentuan. Ia juga mendorong agar proses pembangunan tidak terlambat, mengingat program tersebut menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
"Harus segera dituntaskan, mengingat tidak lama lagi sudah memasuki musim hujan. Selain itu kualitas pekerjaan juga harus diperhatikan, jangan sampai asal jadi," tegasnya. (tif/yan)
Editor : Amin Bashiri