SUMENEP, RadarMadura.id – Kepedulian terhadap kelompok rentan ditunjukkan Pemkab Sumenep. Melalui dinas sosial pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (dinsos P3A), sebanyak 110 paket sembako disalurkan untuk keluarga dengan balita stunting dan gelandangan pengemis (gepeng).
Perinciannya, 70 paket untuk keluarga balita stunting dan 40 paket untuk gepeng. Penyaluran dipusatkan di Aula Dinsos P3A Sumenep, Rabu (16/9).
Kepala Dinsos P3A Sumenep Abd. Rahman Riadi menyebut, program tersebut merupakan komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memperkuat jaring pengaman sosial.
”Pemerintah hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Bantuan sembako ini diharapkan dapat meringankan beban penerima dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari,” katanya.
Untuk keluarga dengan balita stunting, tiap penerima mendapat 10 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan 2 kilogram telur. Bantuan itu difokuskan untuk mendukung pemenuhan gizi anak.
Sementara untuk 40 gepeng, bantuan yang diberikan lebih besar. Yakni, 20 kilogram beras, 2 kilogram minyak goreng, 5 kilogram gula pasir, dan 2 kilogram telur.
Rahman menegaskan, penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan bantuan pangan. Perlu kolaborasi semua pihak.
”Penanganan stunting membutuhkan kolaborasi. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga keluarga dan seluruh unsur masyarakat harus ikut mengambil peran dalam menjaga tumbuh kembang anak,” jelasnya.
Hal yang sama juga berlaku untuk persoalan gepeng. Menurutnya, bantuan sesaat tidak akan menyelesaikan masalah sosial secara tuntas.
”Penanganan masalah sosial membutuhkan kerja bersama. Kami ingin bantuan pemerintah tidak berhenti pada pemberian sembako, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik,” tegasnya.
Pihaknya berharap bantuan tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya. Terutama untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
”Kami berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Jangan dilihat hanya dari nilai bantuannya, tetapi dari kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” tandasnya. (tif/luq)
Editor : Amin Bashiri