SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep mendorong peningkatan produktivitas lahan kering melalui pemanfaatan irigasi berbasis tenaga surya. Langkah tersebut menjadi salah satu upaya mengatasi keterbatasan air, terutama saat musim kemarau.
Program tersebut dikemas melalui Gerakan Modernisasi Air Pertanian Tenaga Surya (GEDE TANINYA) dengan memanfaatkan Pompa Air Tenaga Surya (PATS). Teknologi itu digunakan untuk mengalirkan air dari sumber, seperti air tanah maupun sungai, ke lahan pertanian.
Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid mengatakan, penggunaan energi surya untuk irigasi dapat membantu petani mengurangi biaya operasional sekaligus menjaga ketersediaan air. Sebab, pompa tidak bergantung pada bahan bakar minyak maupun pasokan listrik PLN.
"Penggunaan pompa air tenaga surya ini sangat efisien karena petani tidak lagi bergantung pada bahan bakar minyak maupun listrik PLN untuk mengoperasikan pompa air. Energi matahari yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pengairan pertanian," katanya.
Menurutnya, ketersediaan air yang lebih terjamin juga berpotensi meningkatkan indeks pertanaman. Lahan yang sebelumnya hanya bisa ditanami sekali dalam setahun dapat dikembangkan menjadi dua hingga tiga kali masa tanam, sesuai kondisi dan potensi wilayah.
Selain menghemat biaya, PATS dinilai lebih ramah lingkungan karena menggunakan energi terbarukan. Teknologi tersebut juga relatif minim perawatan sehingga dapat menjadi alternatif pengairan bagi kawasan pertanian yang selama ini mengandalkan curah hujan.
Program GEDE TANINYA juga membuka peluang bagi kelompok tani untuk mengembangkan beragam komoditas. Tidak hanya padi dan jagung, lahan yang mendapat pasokan air lebih stabil dapat dimanfaatkan untuk tanaman hortikultura.
Dia berharap pemanfaatan irigasi tenaga surya tidak sebatas menjadi solusi menghadapi kekeringan. "Kami berharap teknologi ini mampu menjadi bagian dari modernisasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas lahan, menekan biaya produksi, dan memperkuat ketahanan pangan di Sumenep," harapnya. (tif/yan)
Editor : Amin Bashiri