Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DKPP Sumenep Gelar Upacara di Area Persawahan

A
Penulis: Amin Basiri❯
PERTANIAN MANDIRI: Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid (berbaju adat madura) saat menjadi inspektur upacara di area persawahan Desa Braji, Kecamatan Gapura Sumenep, Senin (17/8).
PERTANIAN MANDIRI: Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid (berbaju adat madura) saat menjadi inspektur upacara di area persawahan Desa Braji, Kecamatan Gapura Sumenep, Senin (17/8).

Advertisement

GAPURA, RadarMadura.id – Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga datang dari tengah sawah. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep bersama penyuluh dan petani menggelar upacara penurunan bendera Merah Putih di Desa Braji, Kecamatan Gapura, Senin (17/8).

Para peserta, termasuk petani yang tergabung dalam Brigade Pangan, mengikuti upacara dengan mengenakan pakaian khas petani. Langkah ini menjadi simbol bahwa petani juga memiliki peran penting dalam mengisi kemerdekaan.

Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid mengatakan, kegiatan tersebut merupakan inisiatif bersama para penyuluh sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan. Menurutnya, pertanian termasuk sektor prioritas yang didukung stabilnya harga gabah serta semakin tersedianya pupuk bagi petani.

Advertisement

”Ini sebagai wujud terima kasih kepada negara. Hari ini pertanian menjadi sektor yang sangat prioritas, gabah sudah stabil dan pupuk juga sudah turun,” katanya.

Dia menegaskan, peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi milik aparatur pemerintah. Petani juga perlu merasakan dan memaknai HUT RI dengan berkontribusi di sektor pertanian. ”Petani juga harus ikut memperingati HUT RI sebagai wujud syukur dan terima kasih kepada negara,” tegasnya.

Memasuki usia kemerdekaan ke-81, Chainur berharap transformasi teknologi digital semakin mempercepat peningkatan produktivitas pangan. Petani diharapkan semakin mandiri dan mampu meningkatkan kualitas hasil pertanian.

Advertisement

Dia juga mendorong petani agar terus berinovasi sehingga hasil pertanian dapat diolah dan dikembangkan dari tangan sendiri. Dengan demikian, nilai tambah produk meningkat, sementara kuantitas dan produktivitas tetap terjaga.

”Kita tidak lagi berperang, tetapi bagaimana meningkatkan pertanian menjadi perjuangan bagi bangsa dan negara. Ini sebagai wujud syukur atas kemerdekaan,” tandasnya. (tif/bil)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar MaduraIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kades Daramista Ajak Warga Rawat Kekompakan

Kades Daramista Ajak Warga Rawat Kekompakan

Dodi juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai kelompok masyarakat, petani hingga tokoh agama, untuk bersama-sama menyukseskan berbagai kegiatan positif.

Mengikuti Upacara Peringatan HUT Ke-81 RI di Tanjungbumi, Warga Berbaris Tepat Pukul 07.00 demi Menghormati Pejuang

Mengikuti Upacara Peringatan HUT Ke-81 RI di Tanjungbumi, Warga Berbaris Tepat Pukul 07.00 demi Menghormati Pejuang

Kepala Desa Banyusangka Abd. Syukur mengatakan, bagi generasi muda, kemerdekaan dimaknai sebagai kesempatan untuk menjalani kehidupan tanpa penindasan.

Ribuan Napi Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan Terima Remisi,   Delapan Orang Bebas saat Momentum HUT Ke-81 RI

Ribuan Napi Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan Terima Remisi,  Delapan Orang Bebas saat Momentum HUT Ke-81 RI

Di Lapas Narkotika Kelas II-A Pamekasan, dari total penghuni 741 orang, tercatat 484 warga binaan memenuhi syarat menerima remisi. Perinciannya, 473 orang menerima RU I dan sebelas napi mendapatkan RU I

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer