SUMENEP, RadarMadura.id – Komitmen Zainur dalam menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir mendapat apresiasi dari Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Sumenep. Penyuluh kehutanan tersebut dinilai konsisten menghadirkan inovasi yang tidak hanya berdampak terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat kepulauan.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubbag TU) CDK Wilayah Sumenep Ahmad Murtadha mengatakan, kiprah Zainur dalam bidang kehutanan patut diapresiasi. Menurut dia, berbagai inovasi yang dilakukan menjadi bukti bahwa penyuluh kehutanan tidak hanya berperan dalam memberikan pendampingan, tetapi juga mampu melahirkan solusi untuk persoalan lingkungan di lapangan.
”Pak Zainur ini memiliki komitmen yang kuat dalam menjaga lingkungan, khususnya ekosistem pesisir. Inovasi yang dilakukan tidak berhenti pada konsep, tetapi diterapkan langsung dan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.
Pengabdian Zainur juga didukung pengalaman panjang sebagai penyuluh kehutanan. Selama 32 tahun lebih, dia mendampingi kelompok tani hutan (KTH) yang tersebar di wilayah kepulauan Sumenep. Wilayah binaannya mencakup 115 pulau dengan 84 KTH. Pendekatan yang dilakukan harus menyesuaikan kondisi geografis dan kultur masyarakat setempat.
Baca Juga: Menjaga Hutan dari 115 Pulau, Zainur Mengabdi Tiga Dekade lewat Beragam Inovasi
Salah satu gerakan yang diperkenalkan Zainur adalah Mangrovisme, yakni ajakan kepada masyarakat untuk melakukan penanaman mangrove secara intensif. Upaya tersebut diarahkan untuk meningkatkan tutupan lahan pesisir sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kawasan pantai dari kerusakan.
Selain rehabilitasi pesisir, Zainur juga mengembangkan sejumlah inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat. Di antaranya, pola agroforestri Restu Tani di Pulau Raas, program Kasi Sarapan untuk menyediakan sumber pakan sapi karapan di Pulau Sapudi, pengolahan limbah ikan menjadi pupuk organik cair melalui inovasi Mainan Jukir, dan sejumlah inovasi lain.
Kiprah tersebut turut mengantarkan Zainur meraih penghargaan tingkat nasional. Pada 2024, dia dinobatkan sebagai Terbaik I Nasional Wana Lestari kategori Penyuluh Kehutanan PNS. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas dedikasi dan inovasinya dalam mendampingi masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan di wilayah kepulauan.
Prestasi itu berlanjut pada 2026. Zainur meraih Juara II Inovasi Rimbawan kategori Inovasi Individu melalui inovasi Sistem Rumpun Pasak Bumi (SI RUPA BUMI) ”Kami tentu berharap capaian ini menjadi motivasi, bukan hanya bagi Zainur, tetapi juga penyuluh lainnya untuk terus melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi kehutanan dan masyarakat,” tandasnya. (tif/luq)
Editor : Amin Bashiri