SUMENEP, RadarMadura.id – Kuota 30 siswa yang disiapkan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 49 Sumenep untuk jenjang SD belum terisi.
Hasil penjaringan program keluarga harapan (PKH) hanya menemukan tiga calon siswa.
Semuanya batal bergabung lantaran harus mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di SRT Sampang.
Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Sumenep Hairullah menyampaikan, tidak ada siswa yang masuk untuk jenjang SD di SRT tahun ini. ”Untuk tahun ini, jenjang SD tidak ada siswa baru,” katanya.
Dijelaskan, petugas PKH sejak awal telah menjadi bagian dalam proses pemenuhan peserta didik di SRT.
Menurutnya, penjaringan dilakukan terhadap keluarga penerima manfaat (KPM) yang memenuhi kriteria untuk mengikuti program tersebut.
Meski begitu, kata dia, proses penjaringan siswa tidak selalu berakhir sesuai harapan.
Tiga calon siswa yang sebelumnya ditemukan tidak melanjutkan proses karena diarahkan untuk mengikuti pembelajaran di SRT Sampang.
Dia menuturkan, untuk jenjang SMP masih terdapat calon siswa baru. Namun, seluruh calon siswa tersebut juga mengikuti KBM di SRT Sampang.
”Untuk SMP ada siswa baru, tapi semuanya mengikuti KBM di Sampang,” ucapnya.
Dia menambahkan, kuota penerimaan siswa di SRT Sumenep tahun ini juga berkurang dibandingkan sebelumnya.
Masing-masing jenjang hanya menyediakan satu rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas 30 siswa.
Sebelumnya, SRT menyediakan total kuota 100 siswa. Jenjang SD terdiri atas dua rombel dengan masing-masing 25 siswa. Begitu pula jenjang SMP yang memiliki dua rombel dengan masing-masing 25 siswa.
Tahun ini, kapasitas jenjang SD dan SMP masing-masing hanya 30 siswa. Menurutnya, PKH Sumenep masih terus melakukan koordinasi dan memperbarui informasi terkait perkembangan peserta didik di SRT.
”Kami terus berkoordinasi, juga memperbarui informasi,” tukasnya. (tif/bil)
Editor : Amin Bashiri