SUMENEP, RadarMadura.id – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Sumenep memanfaatkan gelaran Madura Night Vaganza (MNV) 2026 sebagai ruang edukasi bagi masyarakat. Salah satunya melalui stan yang mengusung tema wawasan kebangsaan di Gedung Olahraga (GOR) A. Yani Pangligur, Sumenep.
Stan tersebut mendapat perhatian sejumlah pejabat. Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bahkan menyempatkan diri meninjau langsung stan Bakesbangpol. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sumenep Agus Dwi Saputra serta sejumlah pejabat lainnya juga turut melihat materi yang disajikan.
Tidak sekadar memeriahkan MNV 2026, stan tersebut digunakan Bakesbangpol untuk menyampaikan edukasi mengenai pentingnya wawasan kebangsaan. Pengunjung juga dikenalkan dengan upaya menjaga kewaspadaan dini serta kondusivitas politik di Kabupaten Sumenep.
Plt Kepala Bakesbangpol Sumenep Yanuar Yudha Bachtiar mengatakan, keikutsertaan dalam MNV menjadi momentum untuk menyampaikan pesan kebangsaan kepada masyarakat secara lebih luas.
”Wawasan kebangsaan penting untuk terus disampaikan kepada masyarakat. Ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama agar persatuan dan kerukunan tetap terjaga,” ujarnya.
Menurut Yudha, wawasan kebangsaan memiliki kaitan erat dengan kewaspadaan dini. Masyarakat diharapkan mampu mengenali potensi persoalan yang dapat mengganggu keamanan, ketertiban, maupun kerukunan sosial sejak dini.
Karena itu, masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan masing-masing. Kewaspadaan dini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
”Warga juga memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan masing-masing. Kewaspadaan dini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” jelasnya.
Selain wawasan kebangsaan dan kewaspadaan dini, Bakesbangpol turut mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kondusivitas politik. Terlebih, dinamika politik di tengah masyarakat perlu disikapi secara bijak agar tidak berkembang menjadi konflik atau perpecahan.
Yudha berharap, keberadaan stan Bakesbangpol dapat menjadi ruang komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat. Dengan begitu, berbagai pesan terkait kebangsaan dan kondusivitas daerah dapat lebih mudah diterima.
”Saya harap stan kami menjadi ruang edukasi sekaligus komunikasi dengan masyarakat. Pesan tentang wawasan kebangsaan, kewaspadaan dini, dan kondusivitas politik dapat tersampaikan dengan cara yang lebih dekat dan mudah diterima masyarakat,” pungkasnya. (iqb/bil)
Editor : Anis Billah