SUMENEP, RadarMadura.id – Organisasi kemasyarakatan (ormas) dinilai memiliki peran besar dalam menjaga harmonisasi sosial.
Karena itu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Sumenep mendorong ormas berperan aktif dalam menjaga kondusivitas Kota Keris.
Dorongan itu disampaikan dalam sosialisasi yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Bluto, Kamis (20/8).
Kegiatan tersebut mengusung tema Penguatan Peran Ormas dalam Merawat Harmoni Sosial Sumenep Berbasis Buppa’ Babu’, Guru, Rato.
Camat Bluto Fajar Hidayat menyatakan, kedekatan ormas dengan masyarakat menjadi modal penting dalam mencegah munculnya gesekan sosial.
Karena itu, ormas diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
”Organisasi kemasyarakatan diharapkan mampu menjadi jembatan ketika muncul perbedaan maupun persoalan di tengah warga,” katanya.
Ormas harus hadir dan memberikan solusi saat terjadi perbedaan pandangan. Nilai buppa’ babu’, guru, rato juga perlu dijadikan pedoman agar kehidupan sosial tetap dilandasi sikap saling menghormati.
Peran tersebut semakin penting menjelang momentum pesta demokrasi. Fajar menilai perbedaan pilihan politik merupakan hal wajar selama tidak berkembang menjadi konflik.
Ormas diharapkan ikut mengedukasi masyarakat agar tetap menjaga persaudaraan meski berbeda pilihan.
Selain menjaga harmoni, sosialisasi turut membahas ancaman penyalahgunaan narkotika.
Salah satu yang menjadi perhatian ialah dugaan penggunaan zat narkotika yang dicampurkan ke dalam cairan vape atau liquid, sehingga secara tampilan sulit dibedakan dari produk biasa.
Sekretaris Bakesbangpol Sumenep Edy Suprayitno menyatakan, menjaga ketenteraman masyarakat juga berarti melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.
Jaringan sosial yang dimiliki ormas dinilai dapat dimanfaatkan untuk memberikan edukasi dan pencegahan.
”Peran ormas harus diperkuat. Mereka memiliki jaringan sosial yang sangat dekat dengan masyarakat. Karena itu, ormas dapat menjadi kekuatan penting untuk menjaga harmoni, memberikan edukasi, menangkal paham dan perilaku yang merusak, termasuk penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.
Dia berharap, nilai buppa’ babu’, guru, rato tidak berhenti sebagai warisan budaya, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
”Kita ingin nilai lokal tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi menjadi kekuatan dalam menghadapi tantangan zaman,” harapnya. (tif/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti