GAPURA, RadarMadura.id – Penyidik Polresta Sumenep hingga kini belum meringkus dua tersangka penganiayaan terhadap Khalik, warga Desa Banuaju Barat, Kecamatan Batang-Batang.
Padahal, kedua tersangka disebut telah berulang kali mengabaikan panggilan penyidik.
Karena itu, pelapor mendesak penyidik segera menerbitkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap dua terduga pelaku penganiayaan di Kecamatan Gapura tersebut. Hal itu disampaikan penasehat hukum pelapor, Nadianto.
Dia mengatakan, hingga kini polisi belum mengamankan kedua tersangka. Padahal, mereka telah dipanggil berulang kali untuk menghadap penyidik. Namun, keduanya belum memenuhi panggilan tersebut.
Menurutnya, kedua tersangka meminta perpanjangan waktu untuk memberikan keterangan kepada penyidik.
Namun, hingga sekarang belum ada kejelasan kapan mereka akan memenuhi panggilan polisi. ”Belum diamankan karena belum menghadap ke penyidik,” katanya.
Nadianto menyatakan, pelapor meminta penyidik bertindak tegas dalam menangani kasus tersebut. Jika diperlukan, penyidik segera menerbitkan penetapan DPO.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk keseriusan polisi dalam mengusut perkara yang dilaporkan kliennya itu.
”Pelapor sudah meminta polisi segera mengeluarkan DPO karena sudah sepantasnya untuk diamankan,” tuturnya.
Plt Kasihumas Polresta Sumenep Ipda Ach Putrawardana mengaku belum mengetahui perkembangan kasus tersebut.
Dia akan berkoordinasi dengan penyidik yang menangani perkara tersebut. ”Mau saya tanyakan dulu ke penyidiknya,” jawabnya singkat.
Kasus ini dilaporkan oleh JKW selaku keluarga Khalik ke Polsek Gapura. Laporan itu teregister dengan Nomor LP/B/2/II/2026/SPKT/POLSEK GAPURA/POLRES SUMENEP/POLDA JAWA TIMUR.
Peristiwa penganiayaan ini terjadi di Jalan Raya Pasar Longos, Kecamatan Gapura, Jumat (20/2) sore.
Saat itu, korban tiba-tiba dipanggil oleh BR dan istrinya berinisial I. Keduanya kemudian diduga menganiaya korban.
Motif penganiayaan tersebut diduga berkaitan dengan persoalan usaha dan dendam pribadi.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka memar pada mata kanan dengan bintik merah.
Selain itu, terdapat luka di leher bagian belakang yang diduga akibat cakaran. (iqb/bil)
Editor : Amin Basiri