Kritik Menu MBG Lewat Pantun, Aksi Siswa PAUD Raudlatul Ulum Sumenep Curi Perhatian

Hendriyanto • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:09 WIB
SEMARAK: Sejumlah siswa PAUD Raudlatul Ulum, Sendiri, Lenteng, Sumenep mengikuti pawai budaya HUT ke-81 RI pada Rabu (19/8).
SEMARAK: Sejumlah siswa PAUD Raudlatul Ulum, Sendiri, Lenteng, Sumenep mengikuti pawai budaya HUT ke-81 RI pada Rabu (19/8).

SUMENEP, RadarMadura.id – Pawai budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung semarak.

Beragam kreasi ditampilkan peserta, termasuk delegasi PAUD Raudlatul Ulum, Desa Sendir, Kecamatan Lenteng, Sumenep.

Penampilan siswa PAUD Raudlatul Ulum mencuri perhatian masyarakat yang menyaksikan pawai.

Selain mengenakan kostum dan membawa atribut menarik, rombongan tersebut menyampaikan pesan sosial melalui poster yang berisi kritik sekaligus apresiasi terhadap program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Uniknya, kritik dan apresiasi tersebut dikemas dalam bentuk pantun yang dibentangkan kepada masyarakat sepanjang rute pawai.

Baca Juga: Rayakan HUT ke-81 RI, Warga Banyuanyar Sampang Gelar Lomba Domino Kemerdekaan

Salah satu pantun kritik yang dibawa bertuliskan, “Pagi-pagi sikat gigi, Jalan-jalan lihat kancil. Tiap hari dapat MBG, Sayangnya ikannya kecil-kecil.”

Pantun tersebut menjadi bentuk kritik ringan dan kreatif terhadap menu MBG yang diterima anak-anak. Pesan sederhana itu diharapkan menjadi masukan agar kualitas dan keberagaman menu makanan bergizi terus ditingkatkan.

Tak hanya menyampaikan kritik, delegasi PAUD Raudlatul Ulum juga memberikan apresiasi terhadap program MBG.

Pesan tersebut dikemas melalui pantun, “Bangun tidur ku terus mandi, Tidak lupa menggosok gigi. Terima kasih Pak Presiden atas program MBG, Sehingga kami kuat dan bergizi.”

Pesan tersebut dilengkapi ungkapan kreatif mengenai manfaat MBG bagi anak-anak. Mereka berharap program tersebut terus mendukung kesehatan dan pemenuhan gizi peserta didik.

Selain membawa poster, rombongan PAUD Raudlatul Ulum tampil semakin meriah dengan fasilitas sound system.

Baca Juga: Sumur Hidayah Berjarak 3,24 Mil Laut, Sampang Berpeluang Jadi Penghasil Migas

Mereka menyanyikan lagu bertema MBG sepanjang perjalanan pawai, diselingi yel-yel dan lagu “Mas Bahlil Ganteng” yang mengundang perhatian masyarakat.

Ustadzah Hasunah, salah satu pendamping delegasi PAUD Raudlatul Ulum, mengatakan keikutsertaan dalam pawai budaya tidak sekadar untuk memeriahkan HUT RI.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak untuk mengenal nilai kebangsaan, berani menyampaikan pendapat, serta mengekspresikan gagasan secara santun dan kreatif.

“Anak-anak kami ajak ikut pawai bukan hanya untuk tampil. Kami ingin mereka belajar mencintai Indonesia, mengenal budaya, sekaligus berani menyampaikan pesan melalui cara yang sederhana dan menyenangkan,” ujarnya.

Menurut Hasunah, kritik terhadap program MBG yang disampaikan melalui pantun bukan bentuk penolakan terhadap program tersebut.

Sebaliknya, kritik itu merupakan ungkapan anak-anak sekaligus masukan agar program pemenuhan gizi semakin baik dikelola oleh pemilik SPPG atau dapur.

Baca Juga: BRI Perkuat Manajemen Risiko, Pertumbuhan Kredit Tetap Sehat dan Berkelanjutan

“Kalau ada kritik, itu bagian dari kepedulian. Kami juga memberikan apresiasi karena MBG merupakan program yang dirasakan langsung manfaatnya oleh anak-anak,” imbuhnya.

Sementara itu, wali murid, Sarima, memberikan dukungan penuh terhadap keikutsertaan anak-anak dalam pawai budaya tersebut. Ia turut berorasi dan menyemangati rombongan sepanjang perjalanan sehingga suasana pawai semakin meriah.

Keterlibatan wali murid menjadi bagian penting dalam membangun keberanian anak-anak untuk tampil di ruang publik. Dukungan orang tua juga memberikan motivasi kepada siswa untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang mengasah kreativitas dan kepercayaan diri.

“Melalui pawai ini, PAUD Raudlatul Ulum ingin menunjukkan bahwa momentum HUT RI tidak hanya menjadi ajang hiburan. Lebih dari itu, pawai dapat menjadi ruang pendidikan karakter, kreativitas, nasionalisme, serta sarana menyampaikan aspirasi masyarakat secara santun,” pungkasnya. (sin)

Editor : Hendriyanto
Hut ke-81 RI Mbg sumenep pawai budaya lenteng