SUMENEP, RadarMadura.id – Pemasangan tali di beberapa titik akses Jalan Dr Cipto, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, dikeluhkan. Sebab, dinilai mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Juga mengurangi estetika Kota Keris. Apalagi, pemasangan tali itu berada tepat di depan kantor Pemkab Sumenep.
Seorang warga M. Mohamad Arif Firdausi menyatakan, pemasangan tali itu justru menimbulkan persoalan baru. Selain dinilai kurang nyaman dipandang, keberadaannya juga menuntut pengguna jalan harus makin meningkatkan kewaspadaan saat berpapasan dengan kendaraan lainnya.
Arif menduga pemasangan tali tersebut untuk menertibkan kendaraan agar tidak parkir di pinggir jalan. Namun, cara tersebut kurang tepat, karena mengurangi ruang gerak pengguna jalan. Jika persoalannya adalah banyak kendaraan parkir sembarangan, seharusnya pemerintah bisa menyiagakan petugas di lokasi.
“Solusinya bukan dipasang tali,” katanya.
Dia berharap penataan kawasan pusat pemerintahan tidak hanya memperhatikan ketertiban, tetapi juga aspek estetika dan kenyamanan masyarakat. Terlebih, Jalan Dr Cipto merupakan salah satu akses yang cukup ramai dilalui kendaraan.
“Sebenarnya Bupati Fauzi itu sudah bagus menata pusat pemerintahan, cuma pelaksanaannya saja di bawah yang kurang bisa dalam menjalankannya,” imbuh Arif.
Sementara Plt Kepala Disperkimhub Sumenep Ach. Dzulkarnain mengeklaim pemasangan tali tersebut berdasarkan saran sejumlah warga. Sebab, selama ini tempat itu sering dijadikan tempat parkir sembarangan.
Di sepanjang jalan itu sebenarnya sudah dipasang rambu-rambu larangan parkir. Hanya, masih banyak warga tidak bertanggung jawab yang tetap parkir sembarangan. Selama ini dirinya juga sudah berusaha keras untuk menindak warga yang melanggar.
“Kita sudah berusaha agar warga tidak parkir sembarangan. Bahkan, sudah disiagakan petugas di wilayah tersebut,” imbuhnya. (iqb/jup)
Editor : Amin Basiri