SUMENEP, RadarMadura.id – Pemerintah Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Berbagai lomba dan festival rakyat digelar sepanjang Agustus 2026 untuk menumbuhkan semangat kebangsaan di tingkat desa hingga pelajar.
Camat Lenteng Supardi mengatakan, kegiatan ini menyasar semua kalangan mulai TK hingga umum. Rangkaian kegiatan dirancang agar masyarakat tidak hanya upacara, tapi benar-benar merasakan kemerdekaan.
”Kami ingin HUT ke-81 ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antarwarga. Lewat lomba, kita tanamkan nilai gotong royong, sportivitas, dan cinta tanah air sejak dini,” ujar Supardi saat dikonfirmasi, Rabu (19/8).
Pembukaan rangkaian lomba dimulai Senin, 3 Agustus 2026 dengan tarik tambang. Lomba ini dibuka untuk tiga kategori: SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA. Sehari setelahnya, Selasa 4 Agustus, giliran dai cilik tingkat SD/MI yang menguji kemampuan dakwah anak-anak Lenteng.
Nuansa religius dan seni juga kental. Kamis 6 Agustus ada lomba tartil untuk SD/MI hingga SMA/SMK/MA. Sabtu 8 Agustus dilanjutkan nyanyi solo lagu nasional.
Memasuki pekan kedua, Selasa 11 Agustus digelar lomba puisi Madura untuk pelajar, sebagai upaya melestarikan bahasa dan budaya lokal di tengah peringatan kemerdekaan.
Untuk kategori keluarga dan anak usia dini, panitia menggelar lomba lari hoplahop bareng mama pada 11 Agustus khusus TK/RA. Tanggal 12 Agustus menjadi hari terpadat: ada lari bola dalam gelas dan mencari posisi pensil untuk KB, serta lomba memindahkan gelas juga untuk KB.
”Ini lomba yang lucu tapi mendidik kerja sama dan motorik anak,” kata Supardi.
Pelajar SD hingga SMA juga punya porsi besar. Senin 10 Agustus ada dua lomba sekaligus, gambar bercerita untuk SD/MI dan lari sprint untuk semua jenjang pelajar. Sepak bola mini digelar 11-12 Agustus untuk SD/MI, disusul lomba senam pada 15 Agustus. Semua lomba akademik dan olahraga ini diharapkan menjaring bibit prestasi dari Lenteng.
Aparatur desa dan PKK tidak ketinggalan. Minggu 9 Agustus digelar Lomba PKK khusus PKK desa. Sementara 18-19 Agustus berlangsung voli tirai yang pesertanya OPD dan perangkat desa se-Kecamatan Lenteng. ”Ini ajang cairkan suasana birokrasi, biar guyub,” tambah Supardi.
Puncak kemeriahan ada di karnaval dan gerak jalan. Festival karnaval cilik untuk KB/TK/RA digelar Rabu 19 Agustus. Gerak jalan antar pelajar untuk SD/MI dan SMP/MTs serta gerak jalan umum untuk SMA/SMK/MA dan umum dilaksanakan bersamaan pada Sabtu 22 Agustus. Penutupan ditandai festival karnaval pelajar pada Rabu 26 Agustus yang diikuti SD/MI hingga SMA/SMK/MA.
Menurut Supardi, seluruh kegiatan ini gratis dan terbuka. Panitia sengaja membagi kategori agar semua usia punya ruang berpartisipasi. ”Dari anak KB sampai ASN, dari ibu PKK sampai pelajar, semua bisa turun. Itu esensi kemerdekaan, semua punya hak merayakan,” jelasnya.
Camat Supardi bersyukur partisipasi warga melebihi tahun lalu. Pihaknya memang mendorong kepala desa, sekolah, dan lembaga keagamaan menggerakkan warganya.
”Jangan jadi penonton. Ayo kita ramaikan Lenteng dengan yel-yel, kreativitas, dan semangat merah putih,” ajaknya.
Dengan 20 jenis lomba yang digelar selama hampir sebulan penuh, Kecamatan Lenteng menargetkan peringatan HUT Ke-81 RI bukan sekadar seremoni. Melalui tarik tambang hingga karnaval pelajar, Pemerintah Kecamatan Lenteng ingin menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan masih hidup, dirayakan dengan gembira, dan diwariskan ke generasi penerus. (*/luq)
Editor : Amin Basiri