SUMENEP, RadarMadura.id – Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga Kabupaten Sumenep.
Jika merujuk data yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, tercatat ada tiga desa yang terdampak kekeringan.
Sekretaris BPBD Sumenep Abd. Kadir mengatakan, dua desa telah berstatus kering kritis.
Perinciannya Desa Prancak dan Desa Montorna di Kecamatan Pasongsongan.
"Khusus Desa Kombang, Kecamatan Talango, dikategorikan sebagai wilayah kering langka," katanya.
Menurutnya, kondisi di Desa Prancak dan Montorna tergolong paling parah. Sebab, sumber mata air bersih di wilayah tersebut sudah mengering. Oleh karena itu, masyarakat setempat kini mengandalkan bantuan air bersih yang disalurkan BPBD.
”Berbeda dengan dua desa tersebut, Desa Kombang masih memiliki sumber air. Namun, debitnya terus berkurang," ucapnya.
Dijelaskan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, BPBD telah mengirim bantuan air bersih ke masing-masing desa yang berstatus kering kritis.
Menurutnya, saat menyalurkan bantuan air bersih tersebut, institusinya mengerahkan mobil tangki berkapasitas sekitar 6.000 liter.
Kadir menambahkan, institusinya akan terus memantau perkembangan situasi di berbagai wilayah.
"Pemerintah desa segera melaporkan apabila mulai terjadi krisis air bersih sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan lebih cepat," tandasnya. (tif/yan)
Editor : Amin Basiri