BATANG-BATANG, RadarMadura.id– Suasana berbeda terlihat di Pantai Lombang, Kecamatan Batang-Batang, Sumenep.
Sejak Senin (3/8), guru di Madrasah Nasy-atul Muta’allimin, Desa Candi, Kecamatan Dungkek, mengikuti pendampingan dari para dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Madura.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Mandiri dosen UIN Madura.
Tema yang diusung terkait Pendampingan Implementasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta bagi guru. Program ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari hingga 6 Agustus 2026.
Sembilan fasilitator turun langsung mendampingi para guru madrasah di bawah naungan Yayasan Al-Jailani.
Kehadiran para guru besar dan dosen ini menunjukkan keseriusan kampus dalam mengawal mutu pendidikan.
Pemilihan Madrasah Nasy-atul Muta’allimin Candi karena selama ini dikenal aktif.
Namun para guru dinilai membutuhkan penguatan dalam menghadapi perubahan kurikulum dan tuntutan pembelajaran abad 21.
Deep learning dipilih karena dianggap mampu membuat siswa tidak hanya menghafal, tetapi benar-benar memahami dan mengaitkan materi dengan kehidupan.
Menurut pemateri, cinta di sini bukan sekadar slogan. Guru didorong membangun hubungan emosional yang sehat dengan murid, menciptakan kelas yang aman, dan menanamkan nilai empati sejak dini.
Ketua Yayasan Al-Jailani A. Ruhan menyambut baik program ini. Dia menyebut, selama ini guru-guru di Dungkek sering kesulitan mengakses pelatihan yang mutakhir karena jarak dan biaya.
”Semoga ilmu yang didapat bisa langsung diterapkan saat tahun ajaran baru dimulai,” harapnya.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai jenjang di madrasah tersebut. Ada guru PAUD, MI, MTs, MA, hingga pengajar diniyah. Mereka antusias mencatat, sesekali tertawa saat fasilitator memberi contoh kasus nyata di kelas. (*/luq/bil)
Editor : Amin Basiri