SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Pemerintah Kabupaten Sumenep memastikan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tidak hanya dimanfaatkan untuk bantuan langsung tunai (BLT). Dana tersebut juga dialokasikan untuk memperkuat sektor kesehatan, mulai dari pembangunan sarana dan prasarana hingga pembiayaan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, setiap tahun Pemkab Sumenep menerima alokasi DBHCHT. Namun, besaran anggaran yang diterima tidak selalu sama. Tahun ini, Kabupaten Sumenep memperoleh alokasi sekitar Rp 33 miliar.
Menurut Fauzi, anggaran tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi BLT untuk petani tembakau dan buruh pabrik rokok. Dana itu juga dimanfaatkan untuk berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
"Jadi, uang DBHCHT ini selain untuk BLT juga digunakan untuk pembangunan, terutama sarana dan prasarana kesehatan," katanya.
Salah satu program yang dibiayai melalui DBHCHT adalah layanan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sumenep. Program tersebut berlaku tanpa membedakan latar belakang ekonomi maupun status sosial warga.
Tahun ini, alokasi DBHCHT untuk Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) mencapai Rp 20.894.620.676. "Selama ingin berobat, semuanya gratis, tidak ada yang dibedakan," tegas Fauzi.
Dia menjelaskan, pemanfaatan DBHCHT merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah agar dana yang bersumber dari sektor hasil tembakau dapat dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat, tidak hanya untuk sektor tertentu. "Jadi, anggarannya juga dimanfaatkan untuk berbagai program di berbagai sektor," ujarnya.
Fauzi menambahkan, besaran DBHCHT yang diterima daerah sangat dipengaruhi oleh produktivitas petani tembakau serta perkembangan industri rokok di Kabupaten Sumenep. Karena itu, Pemkab Sumenep terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif, di antaranya melalui kemudahan perizinan pabrik rokok dan menjaga stabilitas harga tembakau agar tetap kompetitif.
"Makin banyak petani menanam tembakau, makin berkembang industri rokok, dan makin besar pula dana yang dapat dialokasikan untuk pembangunan kesehatan maupun penguatan perekonomian masyarakat," pungkasnya. (iqb/han)
Editor : Amin Basiri