SEGTA 2026 Hadirkan Teknologi Dunia di Gili Iyang, Libatkan Peserta dari Berbagai Negara, FTMM Unair Dorong SDGs Lewat Inovasi Hijau dan Pemberdayaan Masyarakat

Amin Basiri • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 11:36 WIB
F - adv unair (1)
MOH IQBAL/JPRM
FOKUS: Dosen Teknik Elektro FTMM Unair Yoga Uta Nugraha, S. T., M.T. (kanan) saat menjelaskan tentang pemanfatan limbah plastik menjadi Produk Bernilai Jual dalam kegiatan Segta 2026 di pulau Gili Iyang Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep, Jumat (31/7).
F - adv unair (1) MOH IQBAL/JPRM FOKUS: Dosen Teknik Elektro FTMM Unair Yoga Uta Nugraha, S. T., M.T. (kanan) saat menjelaskan tentang pemanfatan limbah plastik menjadi Produk Bernilai Jual dalam kegiatan Segta 2026 di pulau Gili Iyang Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep, Jumat (31/7).

SUMENEP, Radar madura.id – Fakultas Teknologi Maju dan 

Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (Unair) menggelar SEGTA 2026 di Kabupaten Sumenep, Jumat (31/7). 

Program pengabdian masyarakat bertaraf internasional tersebut mengusung tema pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penerapan teknologi hijau dan pemberdayaan masyarakat bersama mitra dari berbagai negara.

Kegiatan tersebut melibatkan 119 peserta yang terdiri atas 21 staf inbound penuh waktu dan 98 mahasiswa inbound paro waktu. 

Mereka berasal dari sejumlah negara dan wilayah. Yakni, Tiongkok, Prancis, Hong Kong, Malaysia, dan Pakistan. Para peserta diterjunkan ke sejumlah lokasi pengabdian, terutama di Pulau Gili Iyang serta beberapa sekolah dasar di Kecamatan Kalianget.

Kegiatan yang dilakukan di Pulau Gili Iyang di antaranya penanaman kembali pohon kelapa yang dipimpin Rizki Putra 

Prastio, S.Si., M.T. Penanaman tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga keseimbangan lingkungan sekaligusmempertahankan kualitas udara di Pulau Gili Iyang.

Selain itu, tim dosen FTMM Unair juga mengajak masyarakat memanfaatkan limbah plastik menjadi berbagai produk bernilai jual. 

Kegiatan yang dipandu Dosen Teknik Elektro FTMM Unair Yoga Uta Nugraha, S.T., M.T. tersebut bertujuan mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis ekonomi kreatif.

F - adv unair (2)
MOH IQBAL/JPRM
BERI MANFAAT: Wakil Dekan III FTMM Unair, Prastika Krisma Jiwanti Ph.D (kiri) bersama City University of Hong Kong saat melakukan pemasangan Teknologi Pelapis Pendingin untuk Peningkatan Kenyamanan Termal di pulau Gili Iyang Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep, Jumat (31/7).
F - adv unair (2) MOH IQBAL/JPRM BERI MANFAAT: Wakil Dekan III FTMM Unair, Prastika Krisma Jiwanti Ph.D (kiri) bersama City University of Hong Kong saat melakukan pemasangan Teknologi Pelapis Pendingin untuk Peningkatan Kenyamanan Termal di pulau Gili Iyang Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep, Jumat (31/7).

Persoalan air bersih juga menjadi perhatian dalam program tersebut. Gunawan Setia Prihandana, S.T., M.Eng., Ph.D. memperkenalkan sistem filtrasi air sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk meningkatkan kualitas air bersih.

Sementara itu, tim yang dipimpin Dr. Agus Mukhlisin, S.T., M.T. melakukan inspeksi sekaligus pemeliharaan Airlangga Solar 

Shelter agar sistem pembangkit listrik tenaga surya tetap menghasilkan energi secara optimal. 

Kolaborasi internasional juga diwujudkan melalui pemasangan teknologi pelapis pendingin bangunan bersama City University of Hong Kong.

Selain itu, tim FTMM Unair jugamemberikan penyuluhan mengenai teknologi koagulasi, flokulasi, dan filtrasi sebagai solusi penyediaan air bersih. 

Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya teknologi tepat guna dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Program lain yang tidak kalah menarik adalah penyuluhan paket mobil tenaga surya berbasis STEM bagi siswa di Gili Iyang. 

Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diperkenalkan pada konsep energi terbarukan sejak usia dini sehingga diharapkan mampu menumbuhkan minat terhadap bidang sains dan teknologi.

F - adv unair (3)
MOH IQBAL/JPRM
BERBAGI PENGETAHUAN: Peserta didik bersama peserta Segta 2026 FTMM Unair saat mengaplikasikan Paket Mobil Tenaga Surya Berbasis STEM yang selesai dirakit di pulau gili Iyang Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep, kemarin.
F - adv unair (3) MOH IQBAL/JPRM BERBAGI PENGETAHUAN: Peserta didik bersama peserta Segta 2026 FTMM Unair saat mengaplikasikan Paket Mobil Tenaga Surya Berbasis STEM yang selesai dirakit di pulau gili Iyang Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep, Jumat (31/7).

Pengabdian masyarakat juga dilakukan di SDN Marengan Daya 1 dan SDN Kertasada, Kecamatan Kalianget. 

Para siswa dikenalkan pada energi ramah lingkungan melalui pembelajaran menggunakan solar kit. Mereka juga belajar mengenai rangkaian listrik menggunakan media Snap Circuits dan permainan edukatif yang dibawakan bersama Universiti Malaysia Perlis (UniMAP).

Wakil Dekan III FTMM Unair Prastika Krisma Jiwanti, Ph.D. mengatakan, SEGTA merupakan agenda tahunan yang mempertemukan akademisi, mahasiswa, dan mitra internasional dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. 

Setiap tahun, lokasi dan tema pengabdian terus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Tahun ini jumlah peserta internasional menjadi yang terbanyak dibandingkan pelaksanaan SEGTA sebelumnya. Ini menunjukkan semakin besarnya kepercayaan mitra luar negeri untuk berkolaborasi bersama FTMM Unair 

dalam memberikan solusi teknologi kepada masyarakat,” katanya.

Menurut Prastika, Pulau Gili Iyang dipilih karena memiliki potensi yang sangat besar sebagai kawasan wisata kesehatan dengan kadar oksigen alami yang tinggi. 

Potensi tersebut perlu dijaga melalui penerapan teknologi yang ramah lingkungan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Kami ingin menjaga keunggulan Gili Iyang 

sebagai pulau dengan kandungan oksigen yang sangat baik. Karena itu, kami menghadirkan teknologi yang tidak hanya 

modern, tetapi juga ramah lingkungan dan mudah diterapkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Prastika menjelaskan, seluruh rangkaian kegiatan SEGTA 2026 merupakan bukti nyata kolaborasi FTMM Unair dengan berbagai mitra internasional. 

F - adv unair (4)
MOH IQBAL/JPRM
TUNTAS: Seluruh peserta Segta 2026 FTMM Unair foto bersama usai melaksanakan kegiatan di pulau Gili Iyang Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep, Jumat (31/7).
F - adv unair (4) MOH IQBAL/JPRM TUNTAS: Seluruh peserta Segta 2026 FTMM Unair foto bersama usai melaksanakan kegiatan di pulau Gili Iyang Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep, Jumat (31/7).

Sinergi tersebut tidak hanya menghasilkan pertukaran ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan teknologi yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat.

“Kami berharap seluruh teknologi yang diterapkan dapat terus dimanfaatkan 

masyarakat setelah kegiatan selesai. Program ini bukan sekadar pengabdian, tetapi juga upaya mendukung pencapaian 

SDGs melalui inovasi teknologi yang berkelanjutan. Kehadiran mitra internasional membuktikan bahwa kolaborasi lintas negara mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah,”pungkasnya.

Di tempat yang sama, Dosen Teknik Elektro FTMM Unair Yoga Uta Nugraha, S.T., M.T. mengatakan, kegiatan SEGTA tahun ini mengusung lebih banyak tema. 

Meski demikian, sebagian besar masih merupakan kelanjutan dari program yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya, seperti perawatan Airlangga Solar Shelter yang dipasang beberapa tahun lalu.

“Tahun ini kami juga menambah program pengolahan sampah. Di Gili Iyang jumlah wisatawan terus meningkat sehingga potensi timbulan sampah plastik juga semakin besar. Karena itu, kamibmenghadirkan alat khusus yang mampu mengolah sampah plastik menjadi gantungan kunci dan berbagai produk bermanfaat lainnya,” katanya. (tif/han)

Editor : Amin Basiri
FTMM Unair SEGTA 2026 inovasi teknologi