Hari Mangrove se-Dunia: Pemuda Pesisir dan SKK Migas-KEI Gelar Kemah Lingkungan

Amin Basiri • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 18:55 WIB
CINTA LINGKUNGAN: Mahasiswa dan pelajar terlibat dalam Gerakan Aksi Tanam Mangrove dalam rangka memperingat Hari Mangrove se-Dunia di Pulau Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Sumenep, Minggu (26/7).
CINTA LINGKUNGAN: Mahasiswa dan pelajar terlibat dalam Gerakan Aksi Tanam Mangrove dalam rangka memperingat Hari Mangrove se-Dunia di Pulau Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Sumenep, Minggu (26/7).
SUMENEP, RadarMadura.id – Dalam rangka memperingati Hari Mangrove se-Dunia, pemuda pesisir yang tergabung dalam Karang Taruna Laskar Obor bersama pelajar dan SKK Migas–Kangean Energy Indonesia (KEI) menggelar Kemah Lingkungan di Pulau Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Sumenep, Minggu (26/7).

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) KEI ini menghadirkan berbagai aksi nyata peduli lingkungan. 

Di antaranya penanaman 2.500 pohon mangrove, aksi bersih pantai, serta lomba mewarnai tingkat TK/RA.
Pelaksanaan kegiatan tersebut dipercayakan kepada Karang Taruna Laskar Obor sebagai motor penggerak pemuda di wilayah pesisir.

Ketua Karang Taruna Laskar Obor Imran mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran dan karakter peduli lingkungan sejak usia dini.

”Tujuan utama kegiatan ini adalah edukasi, agar generasi muda memiliki kepekaan terhadap lingkungan dan memahami pentingnya menjaga ekosistem pesisir,” ujar Imran.

Sebanyak 94 peserta dari tingkat SMP dan SMA se-Pagerungan Besar terlibat dalam Kemah Lingkungan.

 Sementara itu, lomba mewarnai yang digelar di bumi perkemahan diikuti oleh 35 siswa taman kanak-kanak (TK) pada pagi hari.

Dalam kegiatan bersih pantai, para peserta memunguti sampah plastik, botol, serta jaring bekas yang terdampar di sepanjang pesisir. Aksi ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap pencemaran laut yang kerap terjadi.

Selain itu, penanaman mangrove dilakukan di sejumlah titik yang mulai mengalami abrasi. Para peserta secara bersama-sama menanam bibit mangrove sebagai upaya menjaga kelestarian garis pantai dan mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas.
Salah seorang peserta, Aisyah, pelajar SMPN 2 Sapeken, mengaku senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

ANTUSIAS: Anak TK mengikuti lomba mewarnai dalam rangka memperingat Hari Mangrove se-Dunia di Pulau Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Sumenep, Minggu (26/7).
ANTUSIAS: Anak TK mengikuti lomba mewarnai dalam rangka memperingat Hari Mangrove se-Dunia di Pulau Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Sumenep, Minggu (26/7).

 Ia menilai pengalaman ini memberikan pemahaman baru tentang pentingnya menjaga lingkungan.

”Saya jadi lebih paham kalau menjaga lingkungan itu penting, terutama mangrove yang bisa melindungi pantai. Kegiatannya juga seru karena bisa belajar sambil praktik langsung,” ungkap Aisyah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih peduli terhadap lingkungan pesisir dan berperan aktif dalam menjaga kelestariannya.

Public and Government Affair Manager KEI Kampoi Naibaho mengatakan, penanaman mangrove ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam melakukan pelibatan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keseimbangan antara kegiatan operasi migas dan keberlanjutan lingkungan.

Kampoi menambahkan, kekuatan utama dari program penghijauan ini terletak pada kolaborasi dan merawat pohon yang telah ditanam, serta aktif mengkampanyekan kegiatan lingkungan kepada para pihak, termasuk anak usia dini, sehingga dapat mengukur ketercapaian dari aksi lingkungan yang telah dilakukan.

”Spirit kebersamaan inilah yang menjadi fondasi penting. Ketika kami (KEI), masyarakat, dan generasi muda berjalan bersama, maka upaya pelestarian lingkungan akan menjadi gerakan yang berkelanjutan. Kita tidak hanya menjaga mangrove, tetapi juga menjaga ekosistem laut dan keberlangsungan biota di sekitar wilayah operasi produksi,” lanjutnya.

Kegiatan ini juga sejalan dengan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 10 Tahun 2026 tentang peringatan Hari Mangrove se-Dunia 2026. 

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa), Anggono Mahendrawan, menegaskan bahwa program rehabilitasi lingkungan di sekitar wilayah operasi hulu migas merupakan bagian tidak terpisahkan dari pilar Program PPM.

SEMANGAT: Mahasiswa yang terlibat dalam Kemah Lingkungan dalam rangka memperingat Hari Mangrove se-Dunia foto bersama di Pulau Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Sumenep, Minggu (26/7).
SEMANGAT: Mahasiswa yang terlibat dalam Kemah Lingkungan dalam rangka memperingat Hari Mangrove se-Dunia foto bersama di Pulau Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Sumenep, Minggu (26/7).

Sedangkan kegiatan lingkungan yang bertepatan dengan Hari Mangrove se-Dunia, pihaknya menilai bahwa kemasan dan konsep sangat sesuai dengan wilayah kepulauan, sehingga pihaknya menekankan agar pelibatan berbagai pihak dalam kegiatan lingkungan terus dirawat.

”Peringatan hari mangrove dengan kegiatan penanaman mangrove, aksi bersih pantai serta edukasi kepada anak usia dini dengan lomba mewarnai menjadi bukti konkret dari Low Carbon Initiative yang diusung oleh industri hulu migas untuk menekan emisi karbon sekaligus menjaga keseimbangan ekologi pesisir,” kata Anggono

Dia menambahkan bahwa keterlibatan aktif generasi muda dalam program ini merupakan langkah strategis untuk memastikan dampak positif dari investasi sosial perusahaan dapat terus berlanjut secara mandiri oleh masyarakat dalam jangka panjang.

”Saya bangga dengan kolaborasi dan model kegiatan ini. Semoga selalu bermanfaat dan bisa berdampak baik terhadap masyarakat di Pulau Pagerungan,” katanya. (*/luq)

Editor : Amin Basiri
Kemah lingkungan pegrungan besar hari mangrive dunia kei skk migas