SUMENEP, RadarMadura.id – Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-1 Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) pada 23 Juli dimaknai berbeda oleh para kepala desa (Kades) di Kabupaten Sumenep.
Di tengah efisiensi anggaran yang menekan ruang gerak pembangunan, kekompakan organisasi justru dikuatkan sebagai modal utama.
Ketua PKDI Sumenep Ubaid Abdul Hayat menyebut usia organisasi ini menjadi pengingat penting.
Menurut dia, kebersamaan antarkepala desa adalah fondasi agar roda pemerintahan desa tetap berjalan meski sumber daya terbatas.
”Usia PKDI mengingatkan kita bahwa kebersamaan adalah modal utama dalam menjalankan pemerintahan desa. Tanpa soliditas, program apa pun akan sulit jalan,” ujar Ubaid saat ditemui di Sumenep.
Tantangan tahun ini memang tidak ringan. Kebijakan efisiensi membuat alokasi dana desa menyempit.
Dampaknya, sejumlah program pembangunan di desa harus diprioritaskan dan sebagian ditunda.
Namun kondisi itu, kata Ubaid, tidak boleh mematahkan semangat pelayanan.
Dia meminta seluruh anggota PKDI tetap fokus pada tugas utama: melayani masyarakat secara maksimal.
”Harapan kami seluruh kepala desa tetap kompak, satu komando sampai akhir. Kebersamaan harus terus dijaga agar organisasi semakin kuat dan menjadi wadah saling mendukung,” tegasnya.
Sebagai ujung tombak pelayanan publik, kepala desa dituntut lebih kreatif.
Dengan anggaran yang terbatas, potensi lokal desa harus dimaksimalkan agar program kesejahteraan tetap berjalan.
Ubaid juga mengajak momentum HUT PKDI dijadikan ajang evaluasi internal.
Sekaligus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep agar persoalan di desa bisa dicarikan solusi bersama.
”Semangat membangun desa tidak boleh surut hanya karena keterbatasan anggaran. Kepala desa harus tetap hadir di tengah masyarakat, memberi pelayanan maksimal, dan terus berinovasi demi kemajuan desa,” pungkasnya. (iqb/luq)
Editor : Hera Marylia Damayanti