Teruskan Lapsus ke KPPG Surabaya, Korwil Tindak Lanjuti Laporan Relawan SPPG Sumenep Sapeken 2

Amin Basiri • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 11:21 WIB
Gedung SPPG Sumenep Sapeken 2
Gedung SPPG Sumenep Sapeken 2

SUMENEP, RadarMadura.id – Koordinator Kecamatan (Korcam) SPPG Sapeken dan Koordinator Wilayah (Korwil) Sumenep sudah menerima laporan khusus (lapsus) terkait masalah di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumenep Sapeken 2.

Mereka berjanji akan menindaklanjuti laporan tersebut sesuai mekanisme yang berlaku.

Korcam SPPG Sapeken Dedy Permadi mengatakan, seluruh dokumen laporan yang diajukan relawan dan pegawai SPPG Sumenep Sapeken 2 sudah disampaikan kepada Korwil SPPG Sumenep. ”Laporannya sudah kami sampaikan ke Korwil SPPG Sumenep,” katanya.

Korwil SPPG Sumenep Moh. Kholilurrahman Hidayatullah membenarkan bahwa laporan tersebut telah diterimanya.

Dia memastikan laporan akan segera ditindaklanjuti. Pihaknya juga akan meneruskan laporan kepada Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya.

”Laporannya sudah kami terima dan dalam waktu dekat akan kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala SPPG Sumenep Sapeken 2 Ainol Horri dilaporkan tidak diketahui keberadaannya sejak hari pertama jadwal operasional MBG pada Senin (13/7/2026).

Kondisi tersebut mengakibatkan aktivitas produksi dan distribusi MBG di dapur SPPG Sumenep Sapeken 2 tidak berjalan sehingga pelayanan kepada penerima manfaat terhenti.

Merespons situasi tersebut, relawan dan pegawai SPPG Sumenep Sapeken 2 secara kolektif menyusun lapsus yang ditandatangani bersama.

Laporan itu disampaikan melalui Korcam Sapeken untuk diteruskan kepada Badan Gizi Nasional (BGN), disertai laporan keberatan atas kondisi yang terjadi.

Akuntan SPPG Sumenep Sapeken 2 Chrisna Sangandea F.M. membeberkan, pihaknya bersama seluruh relawan berupaya menghubungi kepala SPPG, namun tidak membuahkan hasil. Karena itu, pihaknya melaporkan masalah tersebut kepada korcam. 

Ainol Horri terakhir terlihat di dapur pada 19 Juni 2026. Sejak saat itu, komunikasi dari relawan, pegawai maupun mitra tidak pernah direspons.

”Kami bersama PIC dan seluruh relawan sudah mengajukan lapsus kepada pihak yang berwenang di BGN melalui Korcam Sapeken dan Korwil Sumenep,” bebernya.

Chrisna mengungkapkan, sebelum menghilang, Ainol Horri lebih sering bekerja dari kediamannya di Kalisangka, Kangean.

Dampaknya, proses persetujuan anggaran kerap terlambat hingga malam hari, bahkan baru selesai keesokan harinya sehingga menghambat pekerjaan akuntan dan ahli gizi.

Menurutnya, ketika hadir di dapur, kepala SPPG hanya memberikan arahan dan menyetujui administrasi tanpa terlibat langsung dalam operasional.

”Padahal, pengawasan seluruh aktivitas dapur seharusnya menjadi tanggung jawabnya,” ungkapnya.

Dampak kekosongan kepala SPPG itu juga dirasakan pihak mitra penyedia layanan.

Mitra SPPG Sumenep Sapeken 2 Evi Sumartini menilai situasi tersebut memengaruhi kepercayaan publik terhadap mitra. Meski begitu, pihaknya berupaya memberikan pelayanan terbaik.

”Ini berimplikasi pada anggapan mitra yang tidak baik, padahal mitra memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik,” tuturnya.

Kepala SPPG Sumenep Sapeken 2 Ainul Horri tidak bisa dimintai keterangan terkait ketidakhadiran dirinya di dapur tempatnya bertugas.

Saat dihubungi, dia mengaku sudah konfirmasi kepada Korwil SPPG Sumenep. ”Sudah konfirmasi ke Pak Korwil SPPG Sumenep,” jawabnya singkat. (tif/bil)

Editor : Amin Basiri
KPPG Laporan