SUMENEP, RadarMadura.id – Penyuluh pertanian lapangan (PPL) didorong untuk menerapkan pertanian modern.
Karena itu, DKPP Sumenep memperkuat transformasi dengan mengimplementasikan Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS).
Tujuannya, meningkatkan produktivitas padi untuk mempercepat swasembada pangan.
Komitmen itu diwujudkan melalui pengembangan demfarm PM-AAS yang diproyeksikan menjadi percontohan budi daya padi modern di Kota Keris.
Melalui penerapan teknologi budi daya dan pendampingan intensif dari para penyuluh, program ini ditargetkan mampu mendorong produktivitas padi hingga mencapai 10 ton per hektare.
Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid menyampaikan, deklarasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan para penyuluh dalam mengawal penerapan sistem pertanian modern di tingkat petani.
Dia berharap, dengan penerapan demfarm PM-AAS ini, produktivitas padi semakin meningkat.
Dia mengungkapkan, keberhasilan program PM-AAS tidak hanya diukur dari peningkatan hasil panen.
Tetapi, juga semakin luasnya penerapan teknologi pertanian modern yang mampu meningkatkan efisiensi budi daya dan kesejahteraan petani.
”Alhamdulillah, DKPP bersama PPL telah melaksanakan deklarasi kesiapan pertanian modern yang dikembangkan melalui program PM-AAS menuju 10 ton,” ungkapnya.
Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian RI untuk wilayah Sumenep, Dewo Ringgih, menyampaikan, penerapan PM-AAS terus diperluas untuk mendukung peningkatan produksi pangan nasional.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, seluruh penyuluh pertanian, dan DKPP Sumenep, dia optimistis metode PM-AAS bisa diterapkan secara lebih luas.
Menurutnya, produktivitas padi di Kabupaten Sumenep berpotensi terus meningkat.
Selain itu, budi daya pertanian bisa lebih efisien serta mampu memperkuat kontribusi daerah dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.
”Alhamdulillah, hari ini (kemarin) kami melakukan tanam padi metode PM-AAS yang kedua kalinya di Desa Bungin-Bungin, Kecamatan Dungkek. Kami bersama dengan perwakilan dari Pj Swasembada Wilayah Madura dan juga perwakilan dari dinas, serta teman-teman penyuluh PPL se-Kabupaten Sumenep,” tandasnya. (tif/bil)
Editor : Amin Basiri