SUMENEP, RadarMadura.id – Jembatan penghubung di Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, terputus akibat longsor sejak akhir 2024 lalu.
Namun setelah 1,5 tahun berlalu, infrastruktur tersebut tak kunjung diperbaiki.
Oleh karena itu, masyarakat dengan dibantu pemerintah desa setempat melakukan perbaikan jembatan darurat secara swadaya, Jumat (17/7).
Alasannya, jembatan itu memiliki fungsi strategis karena jalur utama untuk mendukung aktivitas warga.
Baca Juga: Gadis Pelajar Asal Galis Digilir Tiga Pemuda
Khususnya bagi petani yang ingin mengangkut hasil panen.
Kemudian, bagi pedagang yang ingin ke pasar, dan pelajar yang hendak ke sekolah, hingga bagi warga yang ingin mendapat akses layanan publik.
Kepala Desa Gadu Barat M. Sa’di Jamal menyatakan, perbaikan infrastruktur secara swadaya dilakukan karena masyarakat jenuh menunggu kepastian rehabilitasi dari pemerintah kabupaten.
Sementara jembatan itu menjadi urat nadi perekonomian masyarakat desa.
Oleh sebab itu, warga ingin fasilitas tersebut bisa segera difungsikan kembali, meski hanya bersifat sementara.
”Yang kami lakukan ini hanya penanganan darurat agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh total. Untuk pembangunan permanen tentu desa tidak mampu karena membutuhkan anggaran yang besar,” katanya.
Baca Juga: Kisah Rosyidah, Purna PMI di Indramayu yang Sukses Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut
Perbaikan yang dilakukan secara swadaya oleh warga masih jauh dari kata layak.
Struktur darurat yang dibangun hanya menjadi solusi sementara, sehingga perlu penanganan lebih lanjut dari pemerintah.
Tujuannya, untuk menjamin keselamatan masyarakat yang melintas.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep Salamet Supriyadi tak tahu-menahu adanya jembatan ambruk di Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding.
Sebab, selama ini tidak pernah ada yang melapor ke lembaganya.
”Kami kroscek dulu, apa jalan tersebut masuk jalan kabupaten atau desa. Nanti akan kami lihat juga bentang sungainya,” katanya. (iqb/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti