SUMENEP, RadarMadura.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumenep Sapeken 2 tidak beroperasi sejak Senin (13/7).
Penyebabnya, Ainol Horri selaku kepala SPPG Sumenep Sapeken 2 tidak diketahui keberadaannya.
Sehingga, aktivitas produksi dan distribusi makanan kepada penerima manfaat (PM) terhenti.
Dengan kondisi seperti itu, relawan dan pegawai SPPG Sumenep Sapeken 2 mengajukan laporan khusus (lapsus) ke kantor pelayanan pemenuhan gizi (KPPG) melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
Laporan itu juga ditembuskan kepada Koordinator Kecamatan (Korcam) Sapeken sebagai bentuk keberatan atas terhentinya operasional dapur.
Akuntan SPPG Sumenep Sapeken 2 Chrisna Sangandea menyatakan, Ainol Horri terlihat berada di dapur MBG, Jumat (19/6).
Setelah itu, berbagai upaya komunikasi yang dilakukan relawan, pegawai, maupun mitra tidak pernah mendapat tanggapan.
”Kami bersama PIC dan seluruh relawan sudah mengajukan lapsus kepada pihak yang berwenang di BGN melalui korcam dan korwil,” ujarnya.
Selama ini, Ainol memang jarang hadir secara langsung ke dapur SPPG Sumenep Sepeken 2.
Dia lebih sering bekerja dari rumahnya di Desa Kalisangka, Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean.
Dampaknya, penyusunan berbagai dokumen administrasi kerap terlambat.
Sebab, baru bisa diselesaikan pada malam hari, bahkan keesokan harinya.
Akibat kondisi seperti itu, persiapan produksi dan distribusi MBG sering tersendat.
Beban pekerjaan juga lebih banyak ditangani akuntan dan ahli gizi.
Sementara kepala SPPG dinilai hanya memberikan arahan dan menyetujui administrasi tanpa terlibat dalam pengawasan operasional dapur.
”Padahal pengawasan seluruh aktivitas dapur merupakan tanggung jawab kepala SPPG,” katanya.
Mitra SPPG Sumenep Sapeken 2 Evi Sumartini mengatakan, terhentinya layanan MBG berpotensi menimbulkan persepsi negatif.
Khususnya kepada para mitra. Namun pihaknya akan berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada penerima manfaat (PM).
Baca Juga: Insentif Ribuan Guru Belum Cair, Dispendik Sumenep Target Tuntas Agustus
"Ini berimplikasi pada anggapan mitra yang tidak baik, padahal mitra memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik,” katanya.
Terpisah, Korcam SPPG Sapeken Dedy Permadi membenarkan adanya laporan khusus dari relawan dan pegawai SPPG Sumenep Sapeken 2.
"Laporan tersebut akan diteruskan kepada Korwil SPPG Sumenep. Laporannya sudah saya terima dan akan kami kirimkan ke korwil,” katanya.
Korwil SPPG Sumenep Moh. Kholilurrahman Hidayatullah mengaku akan menindaklanjuti laporan tersebut dengan meneruskannya ke KPPG.
"Nanti akan kami tindak lanjuti dengan mengirimkan ke KPPG. Kami juga akan menindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret," tandasnya. (tif/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti