SUMENEP, RadarMadura.id – Koperasi Merah Putih (KMP) di Kabupaten Sumenep hingga kini belum ada yang beroperasi.
Padahal, empat koperasi di Kecamatan Ambunten, Saronggi, Pragaan, dan Ganding sudah diresmikan.
Kepala Bidang Perizinan, Kelembagaan, Pengawasan, dan Pemeriksaan DKUPP Sumenep Hairil Iskandar menuturkan, belum beroperasinya empat koperasi tersebut diduga karena masih menunggu kesiapan pasokan barang dari PT Agrinas.
Sepengetahuannya, semua kebutuhan KMP nanti akan dipasok oleh PT Agrinas.
”Masih belum beroperasi. Informasi yang kami terima, semua barang dan kebutuhan koperasi nantinya akan dipasok oleh Agrinas,” katanya.
Hairil mengaku hanya menghadiri peresmian KMP di Kecamatan Ambunten.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, KMP di Kecamatan Pragaan, Ganding, dan Saronggi juga sudah diresmikan.
”Saya yang hadir hanya di Desa Belluk Raja, Ambunten, peresmiannya secara simbolis,” akunya.
Hairil mengungkapkan, berdasarkan informasi yang beredar, selama dua tahun awal pengelolaan koperasi semua barang dan kebutuhan akan dipasok oleh PT Agrinas.
”Manajernya juga dari Agrinas, tetapi ini bukan informasi resmi,” ucapnya.
Ditambahkan, kemungkinan operasional koperasi masih menunggu rampungnya pelatihan bagi para manajer.
Namun, dia menilai hal itu seharusnya tidak menjadi kendala utama. Sebab, di sejumlah daerah lain sudah ada KMP yang mulai beroperasi.
”Kami belum mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan empat KMP di Sumenep belum beroperasi,” imbuhnya.
AJ, salah satu pengurus KMP menduga, belum beroperasinya koperasi karena menunggu sumber daya manusia (SDM). Terutama manajer koperasi yang saat ini masih mengikuti pelatihan.
”Bisa jadi karena manajernya masih ikut pelatihan. Kemungkinan setelah pelatihan selesai baru mulai buka,” ucapnya.
Dia mengaku belum mengetahui apakah manajer yang akan bertugas di koperasinya merupakan warga setempat atau dari luar daerah.
”Mungkin manajernya bukan dari Sumenep, dari luar,” tandasnya. (tif/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti