Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

DPRD Sumenep Desak Pemkab Segera Tunjuk Pejabat Definitif, Pembinaan ASN Jangan Sekadar Seremonial

Amin Basiri • Kamis, 2 Juli 2026 | 06:00 WIB
FOKUS: Anggota Komisi I DPRD Sumenep Hairul Anwar (kiri) saat mengikuti rapat di kantor dewan.
FOKUS: Anggota Komisi I DPRD Sumenep Hairul Anwar (kiri) saat mengikuti rapat di kantor dewan.

SUMENEP, RadarMadura.id – DPRD meminta Pemkab Sumenep segera menunjuk pejabat definitif untuk seluruh jabatan yang masih dijabat pelaksana tugas (Plt).

Keberadaan pejabat definitif dinilai sangat penting agar roda birokrasi berjalan optimal dan pengambilan kebijakan tidak terhambat.

Anggota Komisi I DPRD Sumenep Hairul Anwar mengatakan, pemerintah daerah selama ini telah menjalankan program talent scouting dan talent pool sebagai upaya memetakan aparatur sipil negara (ASN) yang dinilai layak mengisi jabatan strategis.

Program itu seharusnya menjadi dasar dalam menentukan pejabat yang kompeten, bukan malah menjadi kegiatan administratif tanpa adanya tindak lanjut.

“Kalau memang sudah ada ASN yang dinilai layak melalui talent pool, segera saja dilantik menjadi pejabat definitif. Jangan sampai program ini berhenti sebagai proses tanpa hasil yang jelas,” ingatnya.

Hairul menegaskan, lambannya pengisian pejabat definitif akan menjadi salah satu penghambat kinerja birokrasi.

Sebab, organisasi pemerintahan membutuhkan pemimpin yang memiliki kewenangan penuh untuk mengambil keputusan, sementara aparatur di bawahnya bertugas melaksanakan kebijakan tersebut.

Dia juga menyoroti anggaran yang setiap tahun dialokasikan untuk pelaksanaan program talent pool.

Dia mengingatkan penggunaan anggaran harus menghasilkan keluaran yang nyata berupa pengisian jabatan berdasarkan kompetensi, bukan hanya menjadi kegiatan seremonial yang menghabiskan anggaran.

“Hasilnya harus jelas, jangan sampai hanya menjadi kegiatan rutin tanpa dampak terhadap peningkatan kualitas birokrasi,” tegasnya.

Ditambahkan, tujuan utama talent pool adalah menciptakan persaingan yang sehat di kalangan ASN melalui peningkatan kompetensi, kapasitas, dan kualitas sumber daya manusia.

Dengan begitu, ketika ada pejabat yang pensiun atau memasuki masa akhir jabatan, pemerintah telah memiliki calon pengganti.

“Jadi, seharusnya sudah ada yang siap mengisi posisi tersebut agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di perangkat daerah,” imbuhnya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep Benny Irawan menjelaskan bahwa talent pool merupakan salah satu bagian dari program manajemen talenta ASN, bukan program yang memiliki alokasi anggaran tersendiri.

Menurutnya, anggaran yang digunakan untuk mendukung manajemen talenta tersebar di sejumlah pos kegiatan. Artinya, tidak difokuskan pada satu program tertentu.

“Implementasi manajemen talenta pada dasarnya bertumpu pada partisipasi masing-masing ASN,” ucapnya. 

Dijelaskan, setiap ASN memiliki tanggung jawab memperbarui data kepegawaiannya secara mandiri dalam sistem, mulai dari riwayat pendidikan, pelatihan, penghargaan, hingga pengalaman kerja.

Seluruh data tersebut kemudian menjadi dasar pemetaan kompetensi ASN sesuai kriteria yang telah ditetapkan dalam manajemen talenta.

“Dari data yang diunggah oleh masing-masing ASN itulah kemudian dilakukan pemetaan ke dalam kategori-kategori manajemen talenta. Misalnya riwayat pendidikan, diklat yang pernah diikuti, maupun penghargaan yang pernah diterima. Semua itu menjadi dasar dalam proses pemetaan kompetensi ASN,” tandasnya. (tif/yan)

Editor : Amin Basiri
#pejabat definitif #program pemerintah #dprd sumenep