SUMENEP, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep resmi mewajibkan penggunaan bahasa Madura di lingkungan sekolah.
Itu sebagai upaya melestarikan bahasa dan budaya daerah.
Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Sumenep 55/2025 tentang Mata Pelajaran Bahasa Madura sebagai Muatan Lokal Wajib di Sekolah.
Melalui regulasi itu, semua peserta didik mulai jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP) diwajibkan mempelajari bahasa Madura selama dua jam pelajaran setiap pekan.
Penerapan mata pelajaran bahasa Madura dilakukan mulai kelas I hingga kelas VI SD. Kemudian, kelas VII hingga IX SMP.
Selain pembelajaran di dalam kelas, sekolah juga diwajibkan memperkuat penggunaan bahasa Madura melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler sebagai bagian dari pembiasaan dalam kehidupan sekolah.
Pemkab Sumenep juga menetapkan Selasa sebagai Hari Berbahasa Madura di lingkungan sekolah.
Pada hari itu, guru, tenaga kependidikan, dan siswa diharapkan menggunakan bahasa Madura dalam komunikasi sehari-hari sebagai bentuk implementasi pelestarian bahasa daerah.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, bahasa Madura merupakan identitas sekaligus warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
Sekolah menjadi tempat paling efektif menanamkan kecintaan terhadap bahasa daerah kepada generasi muda.
"Bahasa Madura adalah identitas dan warisan budaya yang harus terus dijaga. Sekolah menjadi ruang paling efektif untuk mewariskannya kepada generasi muda," katanya.
Fauzi menegaskan, pelestarian bahasa daerah tidak cukup hanya melalui pembelajaran di dalam kelas.
Karena itu, pemerintah mendorong sekolah membangun kebiasaan menggunakan bahasa Madura dalam aktivitas sehari-hari agar para siswa semakin akrab sekaligus bangga menggunakan bahasa daerahnya.
Dirinya berharap seluruh satuan pendidikan dapat menjalankan ketentuan dalam perbup tersebut secara konsisten.
"Kami ingin pelaksanaan perbup ini tidak berhenti sebagai aturan administratif, tetapi benar-benar diterapkan di sekolah sehingga bahasa Madura tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi berikutnya," imbuhnya. (iqb/jup)
Editor : Amin Basiri