SUMENEP, RadarMadura.id – Peringatan Bulan Bung Karno diperingati setiap Juni. Pada momentum ini, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menggelorakan semangat berdikari seperti yang digagas presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.
Menurutnya, gagasan Bung Kanro tersebut bisa menjadi sarana menumbuhkan semangat kemandirian, khususnya dalam penguatan ekonomi daerah.
”Semangat berdikari harus kita terjemahkan dalam pembangunan daerah dengan memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal,” katanya.
Dia mengutarakan, kemandirian daerah tidak hanya diukur dari kemampuan fiskal pemerintah.
Lebih dari itu, diperlukan dukungan ekonomi masyarakat yang kuat agar pertumbuhan pembangunan berjalan berkelanjutan.
Fauzi memaparkan, nilai berdikari yang diwariskan Bung Karno perlu ditanamkan kepada generasi muda.
Caranya, dengan memperkuat jiwa kewirausahaan agar mampu melahirkan pelaku usaha baru yang kreatif dan inovatif.
Menurut dia, generasi muda memiliki potensi besar karena didukung kreativitas serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman.
”Potensi itu harus terus didorong agar menjadi kekuatan baru dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” paparnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga terus membangun sinergi dengan berbagai pihak, seperti pelaku usaha, lembaga pendidikan, komunitas hingga sektor perbankan.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.
Fauzi menegaskan, pembangunan ekonomi tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah.
Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat sebagaimana semangat gotong royong yang selama ini diajarkan Bung Karno.
”Kemajuan daerah membutuhkan kerja sama semua pihak untuk mengoptimalkan potensi yang kita miliki,” pungkasnya. (iqb/bil)
Editor : Amin Basiri