Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Warga Desa Lobuk Ditemukan Tewas di Jalan Desa

Amin Basiri • Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:00 WIB
TERGELETAK: Korban saat dievakuasi oleh warga di jalan desa di Dusun Kopao, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Sumenep, Kamis (11/6). (POLRES SUMENEP UNTUK JPRM)
TERGELETAK: Korban saat dievakuasi oleh warga di jalan desa di Dusun Kopao, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Sumenep, Kamis (11/6). (POLRES SUMENEP UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Warga Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, digegerkan dengan penemuan jasad seorang lanjut usia di tepi jalan desa. Korban diketahui bernama Sa’om, 80, yang merupakan seorang petani asal Dusun Aeng Nyior, desa setempat.

Diketahui, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 16.00 WIB di jalan aspal Dusun Kopao, Desa Lobuk. Saat ditemukan, korban tergeletak di samping sepeda motor yang digunakannya menuju ladang.

Kapolsek Bluto AKP Agus Sugito menjelaskan, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat berpamitan pergi ke ladang usai menunaikan salat Asar. Tujuannya, untuk mengambil kayu di lahan miliknya.

Menurutnya, dalam perjalanan menuju ladang, korban sempat bertemu dengan seorang warga bernama Akwar, bahkan korban sempat diajak singgah ke rumahnya.

Namun, ajakan itu ditolak karena korban mengaku sedang terburu-buru dan memilih melanjutkan perjalanan.

”Tak lama, seorang warga bernama Mujahriyanto yang sedang mencari rumpur melihat seorang pria terjatuh di jalan. Tapi karena tidak kenal, saksi tersebut kemudian meminta bantuan warga lain untuk memastikan identitas korban,” terangnya.

Agus menuturkan, setelah diperiksa, pria yang tergeletak di lokasi diketahui merupakan Sa’om. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada Kepala Desa Lobuk yang selanjutnya meneruskan informasi tersebut kepada Polsek Bluto dan pihak puskesmas.

”Kami bersama tenaga kesehatan yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan awal. Setelah itu, jenazah korban dievakuasi ke rumah saudaranya, Rusniah,” tuturnya.

Dia menambahkan, berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki penyakit asma atau sesak napas.

 Dia menyebut, polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan penyebab kematian korban.

”Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan meyakini korban meninggal dunia karena penyakit yang didteritanya. Mereka juga menolak dilakukan visum maupun autopsi,” tandasnya. (tif/han)

 

Editor : Amin Basiri
#lobuk #sumenep #jasad #polres sumenep