SUMENEP, Jawa Pos Radar Madura – Pelabuhan Wisata Kalianget hingga kini belum dioperasikan secara resmi meski pembangunannya telah rampun dan menelan anggaran miliaran rupiah.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep berdalih masih terdapat sejumlah kendala teknis dan administrasi yang harus diselesaikan sebelum pelabuhan tersebut difungsikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep Ach. Dzulkarnain mengatakan, pelabuhan yang berada di Kecamatan Kalianget itu saat ini hanya digunakan untuk uji coba.
Sebab, masih ada beberapa fasilitas penunjang yang belum lengkap.
Salah satunya fasilitas tambat labuh yang berfungsi untuk mengamankan kapal saat bersandar serta memudahkan proses naik turun penumpang maupun bongkar muat barang.
”Tambat labuhnya masih kurang. Karena itu, pelabuhan belum bisa difungsikan secara penuh,” katanya Rabu (10/6).
Mantan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep itu menjelaskan, selain persoalan sarana pendukung, pihaknya juga masih menghadapi kendala perizinan.
Beberapa izin yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) hingga kini belum terbit.
”Masih ada izin dari provinsi yang belum keluar. Namun, saya tidak ingat secara detail jenis izin yang belum terbit tersebut,” ujarnya.
Menurut Dzulkarnain, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait agar proses perizinan dapat segera rampung.
Upaya penyediaan fasilitas tambat labuh juga terus dilakukan agar pelabuhan dapat segera dioperasikan.
”Kami terus berupaya agar pelabuhan ini bisa segera difungsikan. Selama ini penggunaannya masih sebatas uji coba,” tuturnya.
Baca Juga: Baterai HP Cepat Drop? Coba Kalibrasi Manual Ini Sebelum Ganti Baterai Baru
Dia menambahkan, pembangunan Pelabuhan Wisata Kalianget memang menelan anggaran cukup besar karena dikerjakan secara bertahap dalam beberapa tahun anggaran.
Namun, dirinya belum dapat menjelaskan secara terperinci konsep pengembangan pelabuhan tersebut ke depan.
”Nanti akan saya tanyakan lagi kepada bidang teknis yang menangani terkait konsep pengembangannya,” imbuhnya.
Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, pembangunan Pelabuhan Wisata Kalianget dimulai pada 2021 dan rampung pada 2024.
Proyek tersebut dibiayai melalui tiga kali penganggaran. Pada 2021, pembangunan menggunakan Bantuan Keuangan (BK) Pemprov Jatim sebesar Rp 1,52 miliar.
Kemudian dilanjutkan pada 2022 melalui APBD Sumenep sebesar Rp 1,31 miliar.
Meski telah mendapatkan dua kali alokasi anggaran, pelabuhan tersebut belum dapat dioperasikan pada 2023.
Saat itu, panjang dermaga dinilai belum memadai sehingga kembali dianggarkan pada 2024 melalui APBD Sumenep sebesar Rp 1,04 miliar untuk penyempurnaan pembangunan. (iqb/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti