
SUMENEP, RadarMadura.id – SDN Kebundadap Timur 1 bersikukuh akan menggelar perayaan perpisahan kelas VI dengan meriah.
Keputusan tersebut diambil setelah rapat bersama wali murid, Rabu (10/6). Sumbangan yang dipungut sekolah sebesar Rp 65 ribu juga tetap diminta.
Seorang narsum yang enggan disebutkan namanya mengatakan, pihak sekolah tetap memutuskan menarik sumbangan kepada siswa.
Sumbangan tersebut akan digunakan untuk memeriahkan acara perpisahan siswa kelas akhir. Sebab, sekolah sudah menyiapkan acara yang meriah.
Baca Juga: Tuding Pengadilan Tebang Pilih Eksekusi Perkara, PN Sumenep Klaim Menjalankan Tugas Sesuai Prosedur
Dia mengungkapkan, saat rapat bersama wali murid, pihak sekolah langsung menanyakan apakah sumbangan mau dilanjut atau tidak.
”Itu pihak sekolah langsung nanya ke wali siswa, sumbangannya mau dilanjut atau tidak. Jika tidak, maka acaranya akan digagalkan. Akhirnya, mau tidak mau wali siswa setuju untuk membayar,” ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah juga menyinggung perihal adanya wali siswa yang menbocorkan pungutan sumbangan ke media.
Menurutnya, pihak sekolah tidak mau penarikan sumbangan ini mencuat ke publik.
”Wali murid kan ingin adanya keterbukaan. Harusnya disampaikan dulu ke wali murid sebelum penarikan sumbangan. Kalau yang sebelumnya kan, siswa langsung disuruh bayar sumbangan tanpa ada pemberitahuan dulu ke wali murid,” papar narsum koran ini.
Terpisah, Plt Kepala SDN Kebundadap Timur 1 Dulmuhni menegaskan, perayaan perpisahan di sekolahnya akan tetap digelar.
Baca Juga: Rekrutmen Petugas SE Berpotensi KKN, BPS Sampang Klaim Proses Seleksi Sesuai Prosedur
Siswa juga tetap harus membayar sumbangan seperti yang ditetapkan panitia. Dia mengeklaim, keputusan tersebut berdasarkan kesepakatan bersama wali siswa.
”Iya, kegiatannya akan tetap dilaksanakan. Itu sudah disepakati wali murid,” tegasnya.
Dulmuhni mengaku keliru menarik sumbangan tanpa mengumpulkan wali murid terlebih dahulu.
Karena itu, wali murid diundang ke sekolah, agar memahami peruntukan sumbangan tersebut.
”Iya itu memang kesalahan kami. Kami sudah jelaskan semua bahwa kegiatannya nanti juga akan melibatkan siswa kelas lain,” kelitnya. (iqb/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti