SUMENEP, RadarMadura.id – Sejumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Kabupaten Sumenep berpotensi terdampak kebijakan penataan yang akan diterapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Pasalnya, jumlah dapur makan bergizi gratis (MBG) di beberapa kecamatan telah melampaui batas maksimal yang ditetapkan, yakni enam unit per kecamatan.
Koordinator Wilayah SPPG Sumenep Moh. Kholilurrahman Hidayat mengakui terdapat sejumlah kecamatan yang memiliki jumlah dapur melebihi ketentuan tersebut.
Di antaranya Kecamatan Pragaan, Guluk-Guluk, Lenteng, Arjasa, dan Kecamatan Kota Sumenep.
Baca Juga: Dana Tak Cair, 14 Dapur Berhenti Beroperasi, Total 25 SPPG Tidak Melayani Penerima Manfaat
Menurut pria yang akrab disapa Bayor itu, Kecamatan Kota Sumenep menjadi wilayah dengan jumlah dapur terbanyak.
Hingga saat ini terdapat 11 dapur MBG yang telah beroperasi di kecamatan tersebut.
”Di Kecamatan Kota ada 11 dapur yang beroperasi,” katanya.
Jumlah itu hampir dua kali lipat dibandingkan batas maksimal enam dapur per kecamatan sebagaimana kebijakan yang disampaikan BGN.
Meski demikian, Bayor mengaku belum menerima petunjuk teknis mengenai langkah yang akan ditempuh terhadap daerah yang memiliki jumlah dapur melebihi kuota.
Karena itu, pihaknya belum dapat memastikan apakah dapur yang berlebih akan dihentikan operasionalnya atau dialihkan ke kecamatan lain yang masih membutuhkan layanan MBG.
”Kami belum menerima petunjuk teknis terkait kebijakan tersebut,” ujarnya.
Bayor menegaskan, hingga saat ini seluruh dapur MBG di Kabupaten Sumenep masih beroperasi normal.
Belum ada instruksi resmi dari BGN mengenai pelaksanaan kebijakan pembatasan jumlah dapur tersebut.
Baca Juga: Diduga Dikondisikan, Peserta Rekrutmen Petugas Sensus Di Sampang Beberkan Sejumlah Kejanggalan
”Sampai sekarang masih belum ada arahan apa pun dari BGN kepada kami,” ucapnya.
Dia menambahkan, pengelola SPPG saat ini hanya diminta menunggu arahan lebih lanjut dari BGN.
Jika nantinya dilakukan penyesuaian jumlah dapur, pihaknya memastikan tidak akan mengganggu penyaluran makanan kepada penerima manfaat.
”Hingga saat ini belum ada arahan terkait itu,” imbuhnya.
Sebagai informasi, saat ini terdapat 114 dapur MBG yang telah beroperasi di Kabupaten Sumenep, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.
Selain itu, terdapat 10 dapur lain yang masih dalam tahap persiapan operasional. (tif/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti