SUMENEP, RadarMadura.id – SDN Kebundadap Timur 1 mendadak mengedarkan surat undangan untuk wali murid kelas I sampai V.
Mereka dipanggil untuk datang ke sekolah pada Rabu (10/6). Undangan beredar setelah kabar pungutan sumbangan untuk lepas pisah siswa kelas VI dikeluhkan wari murid.
Seorang narsum yang enggan disebutkan namanya mengatakan, dirinya mendapatkan informasi terbaru dari pihak sekolah.
Sepulang sekolah, sepupunya tiba-tiba membawa undangan dari sekolah.
Undangan tersebut berisi permintaan kepada wali murid untuk datang ke sekolah hari ini (10/6).
”Iya, ini semua wali murid disuruh datang ke sekolah. Katanya mau membahas soal sumbangan itu,” katanya.
Dirinya tidak mengerti maksud pihak sekolah mengirim undangan tersebut.
Seharusnya, jika ingin meminta persetujuan penarikan sumbangan, undangan itu diberikan sebelum sumbangan ditarik. Sebaliknya, undangan dibuat setelah kabar sumbangan ramai.
”Sejauh ini kan belum semua siswa membayar sumbangan. Kita juga tidak tahu, apakah nanti tetap disuruh bayar atau tidak,” tegas pria yang namanya minta dirahasiakan itu.
Sementara itu, Plt Kepala SDN Kebundadap Timur 1 Dulmuhni membenarkan jika pihak sekolah mengundang seluruh wali murid.
Itu memang permintaan dirinya kepada panitia pelaksana kegiatan pisah kenang kelas VI. Pemanggilan wali siswa itu untuk membahas perihal sumbangan.
”Iya, surat undangannya sudah diserahkan ke masing-masing siswa. Semoga nanti semua wali siswa bisa hadir,” tuturnya.
Dirinya sudah menginstruksikan panitia agar mempertegas sumbangan tersebut. Jika memang memberatkan, agar dibatalkan. Sedangkan acaranya nanti dikonsep lebih sederhana saja.
”Kita tidak ingin mengadakan acara yang justru memberatkan siswa. Kita lihat saja nanti keputusannya bagaimana,” ungkap Dulmuhni. (iqb/bil)
Editor : Amin Basiri