Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Jumlah Murid SRT di Sumenep Jauh dari Target

Hera Marylia Damayanti • Sabtu, 6 Juni 2026 | 06:55 WIB
Program Sekolah Rakyat. (RadarSolo/JawaPos)
Program Sekolah Rakyat. (RadarSolo/JawaPos)

SUMENEP, RadarMadura.id – Kuota peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) di Sumenep masih jauh dari target.

Hingga kini baru 24 calon murid yang telah menyelesaikan persyaratan administrasi.

Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Sumenep Hairullah membenarkan bahwa hingga awal Juni, jumlah pelajar yang menyelesaikan persyaratan administrasi belum memenuhi kuota.

”Padahal masa penjaringan calon murid telah berakhir pada Mei lalu,” katanya.

Pria yang akrab disapa Ilung itu menuturkan, sebenarnya anak-anak yang berminat bergabung ke SRT ada sekitar 40 orang.

Akan tetapi, sebagian besar belum melengkapi persyaratan administrasi.

”Untuk jenjang SMP baru ada 22 calon murid yang dinyatakan lengkap berkasnya, sedangkan tingkat SD baru dua anak yang lolos tahap administrasi,” tuturnya.

Dijelaskan, tahun ini masing-masing jenjang di SRT membutuhkan satu rombongan belajar (rombel) yang terdiri atas 30 murid.

”Jadi, untuk jenjang SD dan SMP masing-masing membutuhkan 30 murid,” ungkapnya.

Ilung menyatakan, pemenuhan kuota calon murid SRT lamban karena minimnya keterlibatan berbagai instansi dan lembaga dalam proses pencarian calon peserta didik.

Selama ini, mulai dari pendataan, sosialisasi, hingga pendampingan keluarga calon murid lebih banyak dilakukan oleh pendamping PKH.

Menurutnya, Pemkab Sumenep sebenarnya telah mengadakan rapat lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait yang dipimpin sekretaris kabupaten (Sekkab).

Tujuannya, untuk membahas percepatan pemenuhan kuota murid SRT.

”Tetapi tindak lanjutnya masih belum terlihat, akhirnya tetap pendamping PKH yang berjibaku sendiri mencari calon murid,” jelasnya.

Dia berharap, upaya pencarian calon murid dapat dilakukan dengan lebih terorganisasi dengan melibatkan camat, kepala desa, serta instansi terkait lainnya.

”Jika semua elemen terlibat, maka kuota murid SRT akan cepat tercapai,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep Abd. Rahman Riadi menyampaikan, minimnya jumlah pendaftar SRT salah satunya dipengaruhi masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap SRT.

Oleh karena itu, institusinya akan mengintensifkan sosialisasi dengan melibatkan pemerintah desa, pendamping PKH, serta berbagai unsur masyarakat.

Dijelaskan, pihaknya berencana menggandeng Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah untuk memperkuat sosialisasi program SRT.

Selain memperkenalkan program kepada masyarakat, kedua organisasi tersebut juga diharapkan dapat membantu menjaring calon peserta didik dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang memenuhi persyaratan.

”Jika kolaborasi diperkuat, kami optimistis jumlah murid SRT bisa sesuai target,” tandasnya. (tif/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#murid SRT #pemenuhan kuota #Sekolah Rakyat Terintegrasi #pendamping pkh