Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

DKUPP Sumenep Klaim Luas Lahan Tembakau Meningkat

Amin Basiri • Jumat, 5 Juni 2026 | 06:40 WIB
BERCOCOK TANAM: Petani menanam tembakau di Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, Rabu (20/5).
BERCOCOK TANAM: Petani menanam tembakau di Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, Rabu (20/5).

SUMENEP, RadarMadura.id – Luas area tanam tembakau diklaim meningkat dibandingkan 2025. Sebab, banyak lahan potensial yang bisa dimanfaatkan petani untuk menanam daun emas.

Kepala Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep Chainur Rasyid menyatakan, peluang bertambahnya luas tanam tembakau cukup besar.

Terutama untuk wilayah pegunungan dan kawasan tegalan yang selama ini menjadi sentra pengembangan tembakau.

Pada 2024 luas tanam tembakau di Kota Keris 18.000 hektare. Angka berkurang di 2025 menjadi 14.000 hektare.

”Tetapi, isnyaallah tahun ini akan meningkat kembali,” ujar pria yang biasa disapa Inung tersebut.

Petani mulai banyak yang proses produksi. Yakni, dengan melakukan penyemaian benih. Itu mengindikasikan meningkatnya minat masyarakat untuk kembali menanam tembakau.

Kami menerima laporan dari para penyuluh pertanian bahwa sebagian petani sudah mulai menyemai benih dan menanam tembakau, jelasnnya.

Keberhasilan usaha tani tembakau tidak hanya bergantung pada luas lahan yang ditanami. Tetapi, juga dipengaruhi kondisi cuaca selama proses budi daya hingga masa panen.

Pihaknya berharap musim kemarau tahun ini berlangsung normal agar kualitas tembakau yang dihasilkan petani tetap terjaga dan mampu memberikan nilai ekonomi yang optimal.

”Semoga kualitas tembakau bagus, harga jualnya juga baik, serta kondisi cuaca mendukung sehingga hasil panen petani tidak terganggu, harapnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep Masdawi menyatakan, peningkatan luas tanam tembakau harus diiringi dengan jaminan pasar dan kestabilan harga di tingkat petani.

Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bertambahnya luas tanam tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan petani.

Yang perlu dipastikan bukan hanya luas tanamnya bertambah. Tetapi, bagaimana hasil panennya terserap dengan harga yang menguntungkan petani. Jangan sampai petani semangat menanam, tetapi saat panen harga justru anjlok, tegasnya. (tif/jup)

 

Editor : Amin Basiri
#tembakau #lahan #DKUPP Sumenep