SUMENEP, RadarMadura.id – Sensus ekonomi kembali bergulir tahu ini. Agenda nasional sepuluh tahunan sejak 1986 ini dilaksanakan untuk memotret secara menyeluruh kondisi dan perkembangan dunia usaha di Indonesia, termasuk di wilayah Sumenep.
Secara umum, sensus ini akan memotret kondisi perekonomian saat ini guna mendapatkan gambaran perbandingan dengan kondisi sepuluh tahun lalu.
Meliputi perubahan pola konsumsi masyarakat, pergeseran struktur lapangan usaha, lonjakan ekonomi digital, dan perubahan pola tenaga kerja.
”Perubahan ini harus tercatat dan terukur secara akurat dan komprehensif sebagai landasan kebijakan strategis,” terang Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep Handoyo Wijoyo dalam sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 di kantornya, Selasa (2/6).
Baca Juga: Jadwal Kepulangan Jemaah Haji Madura 2026, Cek Waktu Mendarat Kloter SUB yang Tiba Pekan Ini
Sensus ini dilaksanakan oleh BPS dengan melibatkan berbagai pihak guna memastikan data yang dihasilkan akurat, lengkap, dan dapat dipercaya.
Tujuannya, menyediakan informasi struktur ekonomi berbasis spasial yang terkini.
Selain itu, untuk menyediakan basis data yang lengkap dan akurat berbasis peta digital yang terintegrasi dengan data dan informasi serta penyediaan direktori usaha (BNBA) yang lengkap.
Tujuan lain untuk menyediakan informasi terkait karakteristik usaha. Antara lain perkembangan industri digital, daya saing usaha, keterkaitan usaha, ekonomi hijau, dan lain-lain.
”Data yang akurat menjadi landasan pengambilan keputusan yang tepat,” tegas Handoyo.
Sensus ekonomi merupakan kegiatan pendataan seluruh aktivitas usaha yang mencakup berbagai sektor seperti perdagangan, industri, jasa, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.
Melalui sensus ini, pemerintah akan memperoleh gambaran utuh mengenai struktur ekonomi daerah, potensi usaha, serta tantangan yang dihadapi pelaku usaha di lapangan.
Bagi pemerintah daerah, hasil sensus dapat digunakan untuk merancang kebijakan yang lebih efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.
Bagi pelaku usaha, data ini dapat menjadi referensi dalam mengambil keputusan bisnis, melihat peluang pasar, serta meningkatkan daya saing.
Sementara itu, bagi masyarakat umum, sensus ekonomi berkontribusi dalam menciptakan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Sumenep diharapkan mampu menangkap dinamika ekonomi lokal yang terus berkembang, termasuk potensi unggulan daerah seperti sektor UMKM, perikanan, dan pariwisata.
Dengan data yang akurat, Sumenep dapat melangkah lebih percaya diri dalam memperkuat posisinya sebagai salah satu penggerak ekonomi di wilayah Madura.
Sensus Ekonomi 2026 secara serentak dilaksanakan mulai 1 Mei hingga dengan 31 Agustus 2026, dengan tahapan 1 Mei–15 Juni 2026 pendataan mandiri oleh usaha besar dan menengah.
Sedangkan mulai 16 Juni–31 Agustus 2026, pendataan terhadap rumah tangga dan UMKM oleh petugas pendata mitra statistik secara door to door.
Handoyo mengakui, keberhasilan sensus ekonomi sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh pihak.
Karena itu, BPS Sumenep mengajak dan memohon dukungan dari semua elemen masyarakat, khususnya para pemilik usaha, untuk memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas sensus.
Sebab, partisipasi masyarakat berkontribusi dalam membangun masa depan ekonomi Sumenep yang lebih maju dan sejahtera. (luq)
Editor : Hera Marylia Damayanti