SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep belanja suvenir untuk kawasan aglomerasi pabrik hasil tembakau (APHT).
Anggaran yang disiapkan Rp 56,8 juta yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2026.
Plt Kepala Bidang Perindustrian DKUPP Sumenep Didik Prayitno menjelaskan, suvenir tersebut berupa cenderamata yang bisa dipajang di meja maupun lemari.
Bentuknya serupa dengan vandel atau plakat yang lazim digunakan sebagai kenang-kenangan dalam berbagai kegiatan kelembagaan.
Dia menyatakan, pengadaan suvenir itu bertujuan untuk mendukung promosi kawasan APHT sekaligus menjadi buah tangan bagi tamu yang berkunjung ke APHT.
”Setiap ada kunjungan dari luar daerah atau instansi lain ke APHT, suvenir itu akan diberikan sebagai cenderamata,” ujarnya.
Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari mengingatkan, anggaran DBHCHT jangan sampai lebih banyak habis untuk hal-hal yang sifatnya pelengkap. Sementara kebutuhan pelaku usaha belum maksimal.
”Yang perlu dipastikan adalah manfaat nyata bagi pengembangan APHT itu apa?” tanyanya.
Dia menilai promosi kawasan industri memang penting.
Tetapi harus dibuktikan dengan peningkatan investasi, kunjungan usaha, maupun perluasan pasar produk yang dihasilkan di APHT. Bukan sekadar pengadaan suvenir yang hanya dijadikan pajangan.
”Kalau hanya untuk kenang-kenangan tamu, tentu publik berhak bertanya seberapa besar dampaknya terhadap pertumbuhan kawasan APHT. Jangan sampai orientasinya lebih kepada kegiatan seremonial daripada penguatan sektor industrinya,” paparnya.
Juhari menyatakan, setiap proses yang diambil dari DBHCHT harus dipertanggungjawabkan manfaatnya.
Anggaran itu seharusnya dialokasikan untuk mendukung pengembangan industri hasil tembakau dan kesejahteraan masyarakat.
”Prinsipnya sederhana, jika anggaran Rp 56 juta itu memang mampu memberikan efek promosi yang signifikan, silakan.
Tetapi kalau manfaatnya tidak terukur dan hanya menjadi barang pajangan, maka perlu dievaluasi kembali prioritas penggunaannya,” tandasnya. (tif/bil)
Editor : Amin Basiri