SUMENEP, RadarMadura.id – Rencana penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Sumenep pada bulan ini sulit terwujud. Pasalnya, proses verifikasi dan validasi (verval) data calon penerima belum rampung.
Kepala Dinsos P3A Sumenep Abd. Rahman Riadi menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima data calon penerima dari dinas ketenagakerjaan (disnaker).
Namun, data petani tembakau yang menjadi kewenangan dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) hingga kini belum diterima.
"Data dari Disnaker sudah masuk. Tinggal data dari Dinas Pertanian yang masih kami tunggu," terangnya.
Menurutnya, realisasi penyaluran bantuan belum dapat dilakukan sebelum seluruh data penerima final. Pihaknya menargetkan proses pencairan dilakukan pada pekan keempat Juni jika tahapan pendataan segera tuntas.
"Iya betul, untuk realisasinya menunggu data rampung dulu. Target kami minggu keempat Juni sudah bisa disalurkan," jelasnya.
Jumlah penerima BLT DBHCHT ditetapkan sebanyak 2.600 orang. Terdiri atas petani tembakau dan buruh pabrik rokok.
Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan tahun lalu yang mencapai 5.100 penerima. Menurut Rahman, perbedaan itu terjadi karena pada 2025 terdapat tambahan alokasi anggaran melalui APBD Perubahan.
"Kalau dibandingkan dengan APBD murni tahun lalu, jumlahnya sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sekarang," ucapnya.
Ia menambahkan, peluang penambahan penerima pada APBD Perubahan tahun ini masih belum bisa dipastikan.
Sebab, kondisi keuangan daerah saat ini dinilai belum memungkinkan untuk menambah alokasi anggaran bantuan tersebut.
"Kalau nanti ada tambahan anggaran, berarti bisa ada penyaluran tahap berikutnya. Tetapi saat ini kami harus melihat kemampuan keuangan daerah. Informasinya memang anggarannya belum tersedia," tukasnya. (tif/bil)
Editor : Amin Basiri