Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Gedung SRT Direncanakan Dibangun September, Siswa Baru Bakal Dititip di Sampang

Amin Basiri • Rabu, 27 Mei 2026 | 06:56 WIB
SEMENTARA: Sekolah Rakyat Terpadu di gedung Sarana Kegiatan Diklat (SKD) di Kecamatan Batuan, Sumenep, Kamis (7/5). (MOH. IQBAL/JPRM)
SEMENTARA: Sekolah Rakyat Terpadu di gedung Sarana Kegiatan Diklat (SKD) di Kecamatan Batuan, Sumenep, Kamis (7/5). (MOH. IQBAL/JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Proses pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) di Kabupaten Sumenep diperkirakan baru dimulai pada September 2026. Selama proses pembangunan berlangsung, siswa sementara akan dititipkan di sekolah permanen yang ada di Kabupaten Sampang.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep Abd. Rahman Riadi menjelaskan, realisasi pembangunan gedung belum dapat dilakukan dalam waktu dekat, karena masih ada tahapan administrasi yang harus diselesaikan. Salah satunya berkaitan dengan status lahan yang masih masuk kategori lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).

Dijelaskan, pemerintah daerah masih menunggu rekomendasi dari Kementerian Pertanian sebelum pembangunan bisa dilakukan. Lahan yang disiapkan untuk pembangunan SRT itu berada di Desa Patean, Kecamatan Batuan, dengan luas sekitar 20 hektare. ”Perkiraan September baru mulai pembangunan,” terangnya.

Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Sumenep Hairullah membenarkan bahwa siswa baru SRT untuk sementara akan mengikuti kegiatan belajar di sekolah permanen di Sampang. Langkah tersebut diambil karena fasilitas belajar di Sumenep dinilai belum memadai, termasuk keterbatasan ruang belajar di SKD.

”Di gedung Sarana Kegiatan Diklat (SKD) itu saya lihat sepertinya kurang ruangannya, jadi sementara sambil menunggu pembangunan gedung permanen, dititipkan dulu di Sampang,” terangnya.

Hairullah menyebut, hingga saat ini sudah ada sekitar 20 calon siswa yang menyatakan minat untuk bergabung. Pendataan masih terus berlangsung karena proses pendaftaran di aplikasi belum selesai. Petugas lapangan juga masih aktif melakukan pendataan calon peserta didik.

”Tetap, teman-teman setiap hari ke lapangan cari siswa baru,” ucapnya.

Menurut dia, sasaran program tersebut diprioritaskan bagi anak putus sekolah atau anak yang baru akan masuk sekolah. Pihaknya tidak diperbolehkan merekrut siswa yang masih aktif bersekolah maupun anak yang sudah mondok di pesantren. ”Yang penting bukan siswa aktif, ” katanya.

Untuk diketahui, angkatan sebelumnya, jumlah siswa SRT di Sumenep tercatat sebanyak 80 orang. Mereka saat ini masih menjalani proses belajar sambil menunggu pembangunan gedung permanen terealisasi. (tif/han)

Editor : Amin Basiri
#SRT #Dinsos P3A Sumenep #Pembangunan