SUMENEP, RadarMadura.id– Protes wali murid atas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) basi yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumenep Dungkek Candi tak terjawab pengelola sebagai pihak yang bertanggung jawab. Kepala dapur yang berlokasi di Desa Candi, Kecamatan Dungkek, Sumenep, itu tetap tidak memberikan penjelasan.
Sejak keluhan wali murid itu muncul, RadarMadura.id telah berusaha mengkonfirmasi Kepala SPPG Sumenep Dungkek Candi M. Rofiek. Namun, dia tidak memberi tanggapan.
Telepon WhatsApp terbaru dilakukan Senin (18/5) pukul 15.58 tidak diangkat meski berdering. Konfirmasi melalui pesan WA teranyar yang dikirim Kamis (21/5) pukul 11.39 hanya dibaca oleh Rofiek.
Sebelumnya, program MBG di Kecamatan Dungkek, Sumenep, menuai sorotan. Pasalnya, menu yang disalurkan SPPG Sumenep Dungkek Candi diduga basi dan tak layak konsumsi. Keluhan itu mencuat dari wali murid pada Senin (27/4).
Salah seorang wali murid Madrasah Nasy-atul Muta’allimin Desa Candi mengungkapkan, menu yang diterima anaknya terdiri atas lontong, telur, tahu, dan kecambah. Namun makanan tersebut sudah mengeluarkan aroma tidak sedap.
”Makanannya sudah basi. Kalau menunya busuk begini, jelas bukan bergizi namanya,” tegasnya dengan nada kecewa.
Keluhan serupa disampaikan seorang wali murid Madrasah Al Kiram. Dia mempertanyakan standar pengolahan dan prosedur keamanan pangan yang diterapkan SPPG Sumenep Dungkek Candi. Sebab, makanan yang sampai ke tangan siswa jauh dari kata layak, apalagi bergizi.
”Saya tidak terlalu paham teknisnya. Tapi intinya, kenapa anak saya bisa dapat makanan basi seperti itu?” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Sumenep Moh. Kholilurrahman Hidayatullah saat itu menyatakan pihaknya sudah menindaklanjuti masalah menu dari SPPG Yayasan Al-Jailani tersebut.
Dia mengaku telah menginstruksikan koordinator Kecamatan Dungkek untuk turun ke lokasi dan menelusuri penyebab makanan basi. Hasil monitoring itu diteruskan kepada kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya. (tif/luq)
Editor : Amin Basiri