SUMENEP, RadarMadura.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Sumenep menyiapkan anggaran puluhan miliar rupiah untuk program revitalisasi sekolah pada 2026.
Dana tersebut merupakan gabungan dari APBN dan APBD. Namun, hingga kini sasaran sekolah penerima belum ditetapkan.
Kepala Dispendik Sumenep Mohamad Iksan mengatakan, pihaknya telah mengusulkan berbagai program revitalisasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Sejumlah sekolah negeri maupun swasta dipastikan masuk dalam daftar usulan penerima tahun ini.
”Untuk tahun 2026 ini kami sudah mengusulkan berbagai program yang ada di kementerian. Sejumlah sekolah negeri dan swasta sudah masuk usulan program revitalisasi,” katanya.
Meski demikian, pihaknya belum mengetahui secara pasti jumlah sekolah yang akan menerima bantuan tersebut.
Sebab, proses penetapan masih berlangsung di pemerintah pusat. ”Saya belum tahu sekolah mana saja yang akan mendapatkan revitalisasi,” tegasnya.
Iksan mengingatkan sekolah yang mengalami kerusakan bangunan agar segera melengkapi data di data pokok pendidikan (dapodik).
Data kerusakan harus diinput secara lengkap, termasuk foto kondisi bangunan serta perincian kebutuhan perbaikan.
Menurut dia, data di dapodik menjadi acuan utama pemerintah pusat dalam menentukan penerima program revitalisasi.
”Bagi sekolah yang bangunannya rusak segera input data di dapodik secara lengkap. Foto tingkat kerusakannya, lalu kebutuhan perbaikannya juga dimasukkan agar memiliki peluang mendapatkan program revitalisasi,” ujarnya.
Dia menegaskan, penentuan penerima revitalisasi didasarkan pada usulan yang tercatat dalam dapodik.
Selain itu, terdapat pula program yang berasal dari usulan para pemangku kepentingan di daerah.
”Revitalisasi itu berdasarkan usulan dari dapodik. Kemudian ada juga dari usulan pemangku kepentingan,” tandasnya.
Tahun ini, anggaran yang disiapkan untuk program revitalisasi sekolah di Sumenep berkisar Rp 30 miliar hingga Rp 40 miliar. Dana tersebut bersumber dari pemerintah pusat dan daerah.
Namun, anggaran itu dipastikan belum mampu mengakomodasi seluruh sekolah rusak di Kota Keris yang jumlahnya masih cukup banyak.
”Kami akan mengupayakan perbaikan sarana sekolah bisa merata, terutama untuk sekolah di wilayah kepulauan dan bangunan dengan kategori rusak sedang hingga berat,” imbuh Iksan. (iqb/han)
Editor : Amin Basiri