SUMENEP, RadarMadura.id – Letak bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumenep Ganding Bataal Barat 2 diduga melanggar regulasi.
Indikasinya, dapur program makan bergizi gratis (MBG) itu berdekatan dengan kandang ayam.
Pantauan di lokasi menunjukkan, dapur yang berada di bawah naungan Yayasan Rumah Juang Garuda Emas berjarak sekitar dua sampai tiga meter dari kandang ayam.
Keberadaan kandang tersebut juga menebarkan aroma menyengat.
Sekadar diketahui, dalam SK Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Juknis Tata Kelola MBG Tahun Anggaran 2026 disebutkan, untuk SPPG mandiri pada poin spesifikasi lokasi dan tanah, lingkungan sekitar dapur harus bersih dan higienis.
Tidak berdekatan dengan tempat pembuangan akhir sampah atau kandang ternak.
Kepala SPPG Sumenep Ganding Bataal 2 Akhsanul Takwin membenarkan bahwa dapur yang dikelolanya berdekatan dengan kandang ayam.
Meski begitu, dia mengeklaim posisi kandang tersebut tidak menempel langsung dengan dapur.
”Iya, memang berdekatan dengan dapur,” tegasnya.
Dia beralasan dapur masih agak jauh dan tertutup dua tembok tinggi, sementara posisi dapur masih masuk ke dalam.
Dia mengeklaim dapur tersebut masih aman dari kontaminasi.
”Tidak dekat dengan dapur juga karena posisi dapurnya masih masuk,” ucapnya.
Baca Juga: Warga Keluhkan Menu MBG SPPG Sumenep Pragaan Prenduan Basi
Sementara itu, kata Akhsanul Takwin, untuk opsi pemindahan kandang, pihaknya sudah berkonfirmasi ke pemilik.
”Yang punya Pak Ahmad Jasuli (anggota DPRD Fraksi Demokrat, pemilik bangunan dapur dan kandang) sudah saya tegur dan beri tahu juga. Katanya mau dipindah,” tandasnya.
Sementara itu, Mitra SPPG Sumenep Ganding Bataal Barat 2 Wahyudi menyebut lokasi kandang tersebut cukup jauh dari dapur.
Dia mengeklaim keberadaan kandang tersebut tidak menebarkan aroma tak sedap.
”Bukan ayam petelur atau pedaging, tetapi ayam tarung. Jumlahnya pun tidak banyak. Sudah diberi pagar di sebelah baratnya,” terangnya.
Dia menuturkan, pihaknya telah berkomunikasi dengan pemilik agar kandangnya dipindah.
”Tapi sebenarnya itu aman karena jaraknya cukup jauh. Tidak menebarkan aroma tak sedap. Makanan tidak akan terkontaminasi. Saya jamin aman,” tandasnya. (tif/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti